Propolis Diamond lite 20 Obat Tuberculosis TBC

Propolis Diamond lite 20 Obat Tuberculosis TBC

Propolis Diamond lite 20 Obat TBC ( Tuberculosis ) diharapkan dapat membantu mengobati penyakit itu , dengan cara membantu mematikan Bakteri TBC ( Tuberculosis ) sehingga bakteri penyebab TBC tidak dapat berkembang biak diparu-paru. Propolis Diamond Lite 20 ini merupakan produk propolis import dari New Zeland atau Selandia Baru oleh PT Maisya Makmur yang disajikan dalam bentuk propolis cair dikemas dalam botol kaca 6ml sehingga sangat praktis untuk dibawa-bawa saat bepergian keluar rumah. Propolis merupakan salah satu obat herbal yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan dipercaya baik bagi kesehatan tubuh, salah satu fungi propolis sebagai obat tuberkulosis ( TBC ), serta infeksi saluran pernapasan atas ( ISPA ).

Penyakit TBC ( Tuberculosis ) merupakan penyakit menular dan banyak diderita oleh orang di Indonesia namun masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit tersebut. Salah satu gejala penyakit TBC ( Tuberculosis ) adalah sering batuk yang tidak kunjung sembuh , ada kemungkinan sudah paru-paru sudah terinfeksi bakteri penyebab TBC ( Tuberculosis ) yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis, kuman yang ditularkan melalui udara dan dari satu orang ke orang lain. Seseorang yang menderita TBC ( Tuberculosis ) biasanya memiliki gejala batuk dan bersin. Oleh karena itu penyakit ini mampu menular melalui butiran ludah yang menyembur ke udara.

Penyakit TBC ( Tuberculosis ) tidak mudah diketahui dari awal, gejala penyakit TBC dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Orang sering mengalami satu atau dua gejala ringan dan tak mengenalinya sedini mungkin. Berikut gejala penyakit TBC secara umum:

  1. Batuk terus-menerus
  2. Batuk darah
  3. Penurunan berat badan
  4. Demam
  5. Lemah dan mudah Lelah
  6. Rasa sakit pada paru-paru
  7. Terdapat Infeksi yang tidak kunjung sembuh
  8. Menggigil di malam hari
  9. Urine kemerahan

Penyakit TBC ( Tuberculosis )  dibagi menjadi 2 macam , yaitu :

  1. TB Laten

Pada kondisi ini,  seseorang memiliki infeksi TB, tapi bakteri dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif serta tak menimbulkan gejala. TB laten juga disebut TB tidak aktif atau TB infeksi yang tak menular. Namun, bisa berubah menjadi aktif sehingga pengobatan penting bagi TB laten untuk membantu mengendalikan penyebaran.

  1. TB aktif

Kondisi membuat kamu sakit dan bisa menularkan ke orang lain. Ini bisa terjadi beberapa minggu pertama setelah terinfeksi bakteri TB atau beberapa tahun kemudian.

Pada umumnya pengobatan penyakit ini harus rutin konsumsi obat farmasi dalam jangka waktu yang lama dan tidak boleh putus obatnya , salah satu alternatif bisa dicoba dengan mengkonsumsi Obat herbal yaitu Propolis Diamond Lite 20 Obat TBC ( Tuberculosis ) alami dari sarang lebah.

berdasarkan informasi yang ada dari riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat. Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK UNAIR ), misalnya, membuktikan Propolis itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis bakteri penyebab penyakit Tuberculosis ( TBC ).

Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid obat antituberculosis  25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon. Interferon berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri Tuberculosis TBC. Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.

Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri. Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu Propolis memiliki kemampuan antikanker, tutur Eko.

sumber: trubusonline

Propolis Diamond Obat Stoke

Propolis Diamond Obat Stoke

Propolis Diamond Obat kanker memang perlu dilakukan proses pengujian terlebih dahulu , jadi kalimat yang lebih tepat Propolis Diamond Lite 20 diharapkan dapat membantu mengobati penyakit kanker. berbagia literatur tentang propolis ini diharapkan dapat menjadi acuan bahwa propolis dapat diharapkan bermanfaat untuk membantu mengobati penyakit kanker. Propolis Diamond Lite 20 ini diimport dari New Zeland / Selandia Baru secara khusus oleh PT Maisya Makmur di Jakarta yang diolah oleh tangan-tangan ahli untuk menghasilkan produk propolis diamond yang berupa cairan propolis.

Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,‘ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.

www. trubus-online. co .id

Kanker adalah suatu tumor ganas dimana terjadi suatu pertumbuhan tidak normal dari sel tubuh yang oleh suatu sebab yang tidak diketahui berubah menjadi kanker. Karena ganas dan jahatnya maka oleh hypokrates dilukiskan sebagai seekor kepiting (cancer). Di sini sel kanker tumbuh berkembang biak dengan pesat, sehingga semakin lama daerah-daerah sel-sel ini makin menonjol keluar dan membesar. Hal ini menimbulkan kerusakan-kerusakan pada daerah-daerah sel lain, selain itu sel kanker dapat menyerbu ke jaringan sekitarnya, bahkan dapat juga bepergian mengikuti aliran pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Apabila hal itu terjadi maka sel kanker akan hinggap pada bagian tubuh yang ditujunya dan berkembang biak disitu. Di daerah-daerah yang baru ini sel kanker akan merusak dan menghancurkan pula sel-sel yang  normal.

Saran penggunaan propolis diamond Lite 20 obat kanker

Bagi kanker / Tumor yang sudah luka atau tampak dari luar tubuh, Propolis Diamond Lite 20 dapat dioleskan ditempat dimana tumor/ kanker tersebut tumbuh. Bagi penderita kanker payudara yang sudah luka pengobatan dilakukan dengan mengoleskan propolis diamond lite 20 ke tempat luka apabila luka yang timbul cukup luas buatlah propolis diamond lite 20 sebagai obat kompres caranya sebagai berikut: siapkan kain kasa yang sudah steril, lalu basahi kain kasa tersebut dengan propolis diamond lite 20 secukupnya setelah itu tempelkan pada luka kanker payudara setelah itu ditutup menggunakan koyo.

Anjuran Tambahan

Jika mungkin makan sayuran yang ditanam secara organic, sangat dianjurkan mengkonsumsi kol, selada,  brokoli, petsai, wortel, ubi jalar. Sayuran tersebut sebaiknya dimakan mentah atau dikukus sebentar. Diusahakan untuk mengkonsumsi buah apel segar, cheri, anggur, plum, semua jenis buah berri.

Selain itu disarankan untuk:

  1. Pasien selalu mendekatkan diri pada Allah swt, shalat, berdo’a, dan berobat dengan sabar jangan mengenal putus asa.
  2. Pasien harus percaya diri dan yakin akan pertolongan dari Allah swt.
  3. Pasien harus meyakini bahwa propolis, tumbuh-tumbuhan, dan resep lainnya mengandung khasiat untuk menyembuhkan penyakitnya.
  4. Pasien senantiasa mengkonsumsi Vitamin, A, B, C, dan D.
  5. Pasien senantiasa makan beras merah, dibubur atau dimasak sesuai selera masing-masing
  6. Pasien senantiasa minum 1 – 2 gelas susu kedelai tiap hari
  7. Pasien minum perasan bawang merah dan bawang putih dan deberi sedikit garam kemudian diberi air matang kira-kira 1/3 gelas kemudian disaring lalu diminum
  8. Pasien dianjurkan makan banyak sayur terutama sayur wortel dan ketimun.

Pantangan

Menjauhi rokok, alcohol dan obat-obatan; Makanan kaleng dan olahan lainnya, berbagai penyedap rasa sintetis, Ikan laut, Obat yanh mengandung hormone dan anti biotic, kacang-kacangan, makanan dan minuman yang mengandung gula, cabai dan lada daging binatang darat dan burung, kentang, minum obat pencahar.

Resep Alternatif 1

  1. Makan singkong beracun yang basah atau kering, harus ditimbang pagi 10 gram, siang 10 gram, dan malam 10 gram
  2. Gendon  (ratu rayap) direbus lalu digoreng atau dimasak sesuai selera.
  3. Madu murni + 10 tetes Propolis Dianmond 1 sendok makan pagi, 1 sendok makan siang, 1 sendok makan malam.
  4. Akar ilalang 17 pohon, daun tapak dara 21 lembar, daun benalu mangga 19 lembar, air bersih 12 gelas. Direbus dan diberi garam dan gula jawa secukupnya diminum setengah gelas pagi, siang dan malam sama. Seminggu sekali harus diganti dengan ramuan yang baru.

Resep Alternatif 2 (Bapak S Chander)

  1. Minum juice wortel 2 buah + 1 lembar daun kubis (dicampur) 1 X sehari
  2. Anggur 3 buah + 3 sendok makan minyak zaitun
  3. Makan Uwi (Dioscorea)
  4. Makan bawang putih 1s/d 2 siung sehari
  5. Kacang almond 10 biji diblender dengan air ¾ gelas 1 X sehari
  6. Susu kedelai 1-2 gelas sehari
  7. Sering-sering minum air nenas tua (separuh)
Propolis Diamond New Zeland

Propolis Diamond New Zeland

Propolis Diamond Lite 20 merupakan produk propolis yang berasal dari New Zeland atau Selandia Baru , negeri yang masih baik alam dan polusi udaranya, sebuah Negara di dataran barat daya Samudera Pasifik di sebelah tenggara Australia, Negara ini terdiri dari dua pulau besar (Pulau Utara dan Pulau Selatan) dan beberapa pulau lainnya yang lebih kecil. Karena letaknya yang jauh, Selandia Baru merupakan kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia.

Para wisatawan tidak banyak yang memprioritaskan New Zeland sebagai destinasi wisata luar negeri. Selain karena lokasinya yang cukup jauh dan secara harafiah berada di ujung dunia. Selandia Baru juga kalah pamor apabila dibandingkan dengan destinasi wisata luar negeri, seperti kota-kota di Benua Eropa, Jepang, Korea, Amerika , Australia dll. Belum banyak yang tahu bahwa negara dengan jumlah penduduk hanya empat juta jiwa ini menyimpan keindahan alam luar biasa yang membuat wisatawan langsung jatuh cinta dengan negara yang punya julukan The Land of the Long White Cloud ini.

New Zeland memiliki keindahan alam yang sangat baik dan sejuk, alamnya lebih terjaga serta polusi udaranya tergolong sedikit , memiliki hasil dari alam yang sangat berguna untuk kebutuhan kesehatan manusia, Produk Propolis Dari New Zealand adalah salah satu nya yang saat ini kita kelola dengan merek dagang Propolis diamond lite 20, pada awalnya di New Zeland lebih di kenal produk madu nya , tetapi setelah banyak informasi tentang khasiat / manfaat propolis , maka mulai diprodusi propolis dari new zeland.

Propolis Diamond Lite 20 adalah Produk herbal kesehatan dari New Zealand yang berasal dari lem / resin / liur lebah yang memiliki bahan berstruktur kimia yang paling penting yaitu Bioflavonoid, bioflavonoid sering disebut Super antioksidan yang dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan oleh : polusi udara, tanah, air, bahan pengawet, perasa, pewarna. kandung dalam bioflavonoid Propolis ini biasanya dijadikan parameter kualitas suatu propolis.

Dari hasil penelitian, diantara 8 juta jenis serangga, hanya lebah yang memiliki zat imunitas yang sulit ditembus bakteri. Zat imunitas ini dikumpulkan lebah dari tumbuh-tumbuhan, saripati bunga dan unsur alami lain, setelah diolah oleh tubuh lebah, maka jadilah resin lebah, lilin lebah dan cairan yang kemudian dikenal sebagai propolis. Propolis mengandung 300 elemen aktif termasuk 19 bahan berstruktur kimia. Diantaranya terdapat 16 jenis asam amino, 13 mineral penting yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia.

ada beberapa alasan kenapa memilih Propolis Diamond Lite 20 dari New Zeland ?
1.  Propolis Diamond Lite 20 diimpor secara ekslusif dari New Zeland oleh PT. Maisya Makmur
2.  Propolisnya berasal dari peternakan lebah di New Zeland yang bebas dari polusi
3.  Propolis sebagai antibiotik yang biasa digunakan peternak lebah dalam membasmi penyakit pada koloni lebah, serta terbukti secara laboratorium tidak terdeteksi mangandung alkohol
4. Propolis ini memiliki kandungan bioflavonoid yang tinggi
5. Propolis memiliki Kapasitas antioksidan (Kemampuan untuk menangkal radikal bebas)
6. Propolis Diamond Lite 20 diharapkan dapat membantu mengatasi penyakit-penyakit yang secara medis sukar diobati ( stroke, diabetes dll)
7. Propolis Diamond Lite 20 mudah dibawa , praktis penggunaannya untuk berbagai macam penyakit.

Dari analisa dan riset tentang propolis dan berbagai macam pertimbangan lainnya akhirnya PT . Maisya Makmur memilih produk propolis dari New Zeland atau Selandia Baru sebagai produk unggulan propolis nya dengan merek dagang Propolis Diamond Lite 20 yang memiliki kandungan ekstrak propolis 20% dikemas secara eksklusif untuk menghasilkan produk premium dikelasnya.

Archive

Archive

Khasiat propolis dan penelitiannya

PENELITIAN EFEK KOMBINASI ANTIBIOTIK dan PROPOLIS

( Kivalkina,VP dan Gorshunova,VI , Kazan Institute)

Penelitian ini meneliti tentang aktivitas antimikroba antibiotik dengan adanya propolis, dan efek terhadap perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: media nutrient untuk mengukur kombinasi  aksi propolis dan antibiotika terhadap Staphilococcus Aureus dan E.coli  . Propolis digunakan sebagai 20% ekstrak ethanol. Aktivitas antimikroba antibiotik (penicilin, streptomycin, tetracyclin, ristomycin, neomycin, levomycetin, polymyxin, oleandomycin) dengan adanya propolis diukur dengan metode dilusi serial dalam meat-peptone agar (MPA).

Hasil dari penelitian ini adalah:

1. Propolis meningkatkan aktivitas bakteriostatik (kemampuan membunuh bakteri) antibiotik tetracyclin, neomycin, dan polymixyn sebanyak 10-100 kali lipat terhadap bakteri Staphilococcus aureus, dan meningkatkan aktivitas bakteriostatik antibiotik streptomycin, penicilin, neomycin, plomyxin dan tetracyclin terhadap bakteri E.coli sebanyak 10-100 kali lipat.
2.  Adaptasi bakteri terhadap antibiotika neomycin, levomycetin, dan ristomycin sama dengan adaptasi bakteri terhadap media nutrien mengandung propolis.
3. Propolis meningkatkan aktivitas antimikroba salep antibiotik. Aksi bakteriostatik salep antibiotik mengandung propolis bekerja terhadap  kuman Staph. aureus  dalam 15 menit, dan E.coli dalam 20-30 menit, sedangkan salep antibiotik yang tidak mengandung propolis bekerja dalam 2-12 jam. Aktivitas antimikroba salep antibiotik mengandung propolis tetap bertahan selama 9-12 bulan penyimpanan, sedangkan salep antibiotik tidak mengandung propolis bertahan selama 2-3 bulan penyimpanan.

Pendapat Para Ahli Tentang Propolis

Berikut adalah pendapat para ahli tentang khasiat propolis :
1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkanberbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk  penyakit mulut, tenggorokan.
5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991 ; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.   7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.

 

Referensi lain Tentang Khasiat Propolis

1.PROPOLIS  bersifat antibiotik :

–  Benzoic acid : efek bakteriostatik dan baktericide  (Janes and Bumba 1978)

– Ferulic acid dan Caffeic acid : efek thd bakteri gr + dan gr –    (Cizmarik and Matel 1970 , 1973)

–  Isoferulic acid dan Cinnamic  acid : efek thd Staphylococcus Aureus    (Qiao and Chen, 1991)

–   Pinosylvin : anti Bacillus Subtilus dan Bacillus  Cereus (Mochida , 1985)

–  Cinnamylidene  acetic acid : anti Bacillus Subtilus, Bacillus Cereus  dan Escherichia Coli (mochida, 1985)

–   Chrysine dan Galangin : anti Helicobacter pylori (Itoh, 1994)

–  Propolis memperkuat efek bakteriostatik dari antibiotik Tetrasiklin, Neomycine Polimycine (dr.Tichonov and  Salo)

–   Bahkan strain Staphylococcus yang resisten/kebal thd antibiotik, menjadi sensitif, setelah dikombinasikn dgn propolis (Shub, 1981)

–  Propolis juga memperkuat aktivitas beberapa anti jamur (dr.Kivalina and Gorshonova,1973)

2.PROPOLIS  bersifat anti jamur :

–   Ermanin : anti Mycrosporum Lanosum dan Trycophyton  (Popravko 1971, Metzner 1975, Scheidewind  1975)

–   Pinocembrin : anti candida  albicans (metzner, 1979)

–   Pinosylvin : anti candida albicans, mycobacterium Phlei dan mycobacterium Smegmatis (Mochida 1985, Metzner 1975, Scheidewind 1975)

–  Kaempferide : anti Mycobacterium Phlei (Mochida 1985)

3.PROPOLIS  bersifat anti Virus :

–   Caffeic acid, Quercetin, Iuteolin  (Konig and Dustmann 1985)

–   sopentyl ferulate : anti influenza virus ( Serkedjieva)

–   Isopropyl alcohol : anti virus herpes    (Smuk and Hern 1978)

4.PROPOLIS  bersifat anti septik:

–   Benzoicacid (vanhaelen and vanhaelen  Fastre,1992)

5. PROPOLIS  bersifat  lokal Anastetik:

–   Pinocembrin, pinostrobin, Caffeic acid esters  (Paintz and Metzner, 1979)

– Kekuatannya 3 x efek cocain, 52 x efek novocain (Ghisalberti, 1979)

–   Zalf anestetik propolis telah dipantenkan di eropa untuk penggunaan dalam bidang gigi (Sosnowski, 1984)

6. PROPOLIS  bersifat  Anti hyperlipidemic:

–   Dihydroflavonoids (Choi, 1991)

7.PROPOLIS  bersifat  menguatkan pembuluh darah kapiler :

–   Quercetin (Budavari, 1989)

8.PROPOLIS  bersifat   Anti perdarahan :

–   Flavonoids (Marinescu, 1982)

–   Ferulic acid : efek pembekuan darah   (Cizmarik and Matel 1971, 1978)

9.PROPOLIS  bersifat  anti Inflamasi :

–   Mempunyai efek yang hampir sama dengan yg ditimbulkan obat indometacine

–   Caffeic acid, acacetine (Bankova, 1983)

–   Flavonoids, Bisabolol (Marinescu, 1982)

10.PROPOLIS  bersifat   Tumor cytotoxicity or inhibitor :

–   Caffeic acid phenethyl ester (Grunberger 1988, Inayama    1984) : Ca payudara, ca rahim, melanoma, ca usus besar

–   Quercetin (Matsuno Tetsuya, 1991)

–   Artepillin C (Kimoto Tetsuno, 1995) : Ca gastric, Ca paru, Leukimia

–   Chrysin (Hladon, 1987)

11.PROPOLIS  bersifat   Anti Oksidan

–   Flavonoids  (Vanhaelen and Vanhaelen Fastre, 1992)

–  Kemampuan untuk menetralisir radikal bebas (yg dpt merusak sel dan jaringan tbh), dgn cara melindungi sel dgn mencegah teroksidasinya vit C (Popeskovic, 1980)

12.PROPOLIS  bersifat  Me regenerasi sel epitel  dan  meminimalkan  jaringan parut :

–  Cinnamic acid derifat   (Marinescu, 1982)

13.PROPOLIS  bersifat  Penyembuhan luka :

–  Phenolic acid, Flavonoids (Arvouet and Grand, 1994)

14.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir pembelahan sel dan  Memperkuat biosintesa protein :

–  Arginin (Gabrys, 1986)

15.PROPOLIS  bersifat  Meningkatkan perbaikan kolagen dan elastin :

–   Proline (Gabrys, 1986)

–   Ferulic acid (Cizmarik and Matel 1971, 1978)

16.PROPOLIS  bersifat Penyembuh ulcus Gastroduodenal :

–   Pinocembrin, galangin dan chrysin :  anti Helicobacter pylor (Itoh, 1994)

17.PROPOLIS  bersifat  Membantu pulmonary insuffcency :

–  Eriodictyol (Aviado, 1974)

18.PROPOLIS  bersifat Spasmolytic :

–   Quercetin

–   Kaempferide

–  Pectolinaringenin

(The Hive and the Honey Bee, 1992)

19.PROPOLIS  bersifat Anti diabetic :

–   Pterostilbene (Ghisasberti, 1979)

–    Menstimulir kelenjar pankreas dan  berefek mempertahankan glukosa serum (Kedzia, 1988)

20.PROPOLIS  bersifat Anti alergi :

–   Prenyl caffeate (Hausen 1987, Wollen weber 1987, Greenaway 1988, Hashimoto 1988)

21.PROPOLIS  bersifat Efek sedative :

–  Kedzia, 1988

22.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir  sistim kekebalan tubuh :

–  Menstimulir kelenjar thymus yang mengandung sel limfosit (Manolova 1987, Scheller 1988,Karandashov 1977)

–  Memperkuat kerja macrophage (Moriyasu, 1993)

 

Referensi lain Tentang Khasiat PROPOLIS dalam bidang kesehatan

1. SistemKekebalan tubuh

–   Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Scheller, 1989)

2. Sistem Cardiovaskular

–  Ekstrak propolis dapat menurunkan tekanan darah  (kedzia, 1988)

–   Memperkuat pembuluh darah kapiler (Roger 1988), dengan quercetin (Budavari, 1989) Efek anti hiperlipidemik (Choi, 1991)

–   Perbaikan pada pasien hipertensi, arteriosclerosis, jantung koroner dgn pemberian 300 mg propolis 3 x/hr selama 30 hr ( dr. Fang Zhu, RS Lian Yn Gang, prop. Jiangsu RRC)

3. Sistem Pernafasan

–   Bronchitis (Scheller, 1989)

–   TBC Paru (Karinova and Rodionova)

–   Insufficiency paru (Aviado, 1974)

–   Ca paru (Kimoto Tetsuno 1995)

4. THT

Telinga  :

      Matel 1973 dan Palos 1989

          Radang telinga luar (OE)

– Radang telinga akut (OMA)

– Telinga bernanah (OMP)

Hidung :

   Rhinitis Influenza (Nunex 1938)

– Sinusitis

Tenggorokan :

           Pharingitis (Doroshenko,1975)

– Laringitis (Lin, 1993)

5. Sistem Pencernaan

–   Mulut :

– Ginggivitis dan plaque    (Neuman, 1986)

– Moniliasis (jamur)

– Stomatitis (Ghafar, 1989)

– Halitosis

–   Gastritis, Ca gastric (Kimoto Tetsuno, 1995)

–   Duodenitis

–   Colitis (Stolko, 1978), Ca colon (Grunberger  1988, Inayama 1984)

–   Hepatitis

–  Chirosis hepatis

6. Sistem Endokrin

–   Gangguan kelenjar pankreas : Diabetes melitus (Kedzia 1988, Ghisasberti 1979)

–   Gangguan kelenjar gondok : Goitre

7.  Sistem urogenital

–   Nefritis (infeksi ginjal), Cystitis (infeksi kandung kemih),

–   Prostatitis

8. Sistem Reproduksi

–  Pre Menstrual  Syndrom (PMS) Zawadzki and Scheller 1973 :

–  Vaginitis (tu: Trichomonas dan s.Pyogenes )

–  Cervicitis (tu. S. Pyogenes) Grunberger 1988 and Inayama 1984 :

–  Ca payudara dan tumor rahim

9. Kulit

–  Luka iris, luka tergores (Scheller 1980)

–  Luka bakar derajat 1 dan 2 (Gabrys 1986 àArginin)

–  Luka terinfeksi

–  Dermatitis (alergica)

–  Herpes simplek/zoster (Giurcaneanu,1988)

–  Jamur

–  Acne

–  Melanoma

–  Kosmetik (Klt kusam, keriput, bekas luka)

10. Otot dan Sendi

–  Myalgia

–   Rheumatoid Artritis

11. Sistem Saraf

–  Depresi

–    Stress

–    Gangguan Klimakterik

12. Mata

–    Conjungtivitis

–    Katarak

 

KHASIAT PROPOLIS

KEPALA :

Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress akibat tekanan  kerja, rambut beruban, ketombe, mata merah, infeksi mata, infeksi hidung, sakit kerongkongan dan tenggorokan, infeksi telinga, gusi berdarah, sakit gigi, tumor otak, stroke, gangguan syaraf dan gagap, sinusitis, katarak, telinga bernanah, epilepsi, dan sebagainya.

BADAN:

Kesuburan, keracunan, batu ginjal ,ketergantungan narkoba, dan rokok, kena bisa hewan berbisa, rabies, kencing manis, kencing tidak lancar, Ketegangan bahu, kegemukkan, rematik, pegal linu, lemah, letih dan lesu, asam urat, TBC, sakit paru-paru, asma, sesak nafas, tuberkulosis (batuk kering), batuk berdahak, demam, masalah jantung, hati, buah pinggang, sistem percernaan, masalah hati dan limpa, kolon, perut, ulser, wasir, fibroid, sembelit, Sindrom Pra-haid (PMS), sakit belakang, flu , kekejangan, saraf, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, kanker, sendi, kolesterol, menambah nafsu makan, lupus, dan sebagainya.

KULIT:

keriput, masalah kulit, luka kering/ mengelupas, bintik-bintik, cacar air, kutu air, bisul, jerawat hitam, eksim, panu, kadas, kurap, luka bedah, luka bakar, herpes, dan sebagainya.

 

CIRI-CIRI PROPOLIS DIAMOND BEKERJA EFEKTIF

Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit “gangguan” dan kondisi tersebut dinamakan sebagai ” tanggapan baik”. Atau tindak balas.

Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis. Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan kondisi Tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima tidak akan ditemukan tindak balas apapun.

Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami:

* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bersin, gatal pada hidung menunjukan:Permasalahan pada hidung, polip atau sinusitis
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukan: Permasalahan pada system sirkulasi  darah, darah tingi
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan: Tekanan darah rendah, kurang darah
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukan: Radang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, sering buang air besar, muntah menunjukan:Obesitas, gangguan pada lambung
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak, gatal menunjukan:Alergi
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukan:Gangguan pada mata
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mimpi buruk, gelisah, susah tidurmenunjukan: Gangguan pada system syaraf dan kepala
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukan:Gangguan pada persendian
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat.
menunjukan: Gangguan pada pancreas, diabetes
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitam menunjukan: Tumor, cancer
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukan:Permasalahan pada paru-paru, asma
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukan:Permasalahan Hati, limpa, pankreas
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak kaki, skt pinggang, susah buang air kecil menunjukan:Permasalahan ginjal
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Keletihan, ngantuk menunjukan:Permasalahan pada hati
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, letih, keringat dingin menunjukan:Permasalahan pada perut
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukan:Permasalahan pada jantung

* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukan: Permasalahan pada kulit

 

Efek Samping

Tidak ada efek samping, ataupun keracunan bagi tbh manusia maupun hewan meskipun diberikan dlm jumlah besar (Ghisalberti, 1979)

Detoksifikasi/Tindak balas

–   Rasa tidak nyaman yg timbul saat awal penggunaan propolis, bukan merupakan penyakit baru ataupun efek samping

–   Merupakan suatu reaksi/respon tbh yang timbul sbg usaha tbh untuk mengeluarkan racun (toxin, bhn kimia, penyakit) dan sel sel tua yg perlu diganti.

–   Bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses pembersihan/penyembuhan (Healing sympton/ Healing crisis)

 

Gejala detoksifikasi

Gejala Kemungkin gangguan
Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun Hati, limpa, pankreas
Letih, sakit nelan Dada, paru paru
Muntah, gatal klt, sembelit, gas >> pencernaan
Bengkak kaki, skt pinggang, susah bak ginjal
Gatal pd mata Saraf mata
Gatal pd hidung, hidung
demam Darah tinggi
Ngantuk sering bak Darah rendah
Pegal linu, tekanan darah naik, susah bak Pembuluh darah
Jerawat bertambah >> Sirkulasi darah
Berkeringat >> Dalam
Muka dan kaki bengkak Kurang protein
Kualitas Propolis

Kualitas Propolis

Memilih Propolis Terbaik

Sebagaimana kita ketahui propolis adalah produk dari lebah yang sangat membantu mencegah penyakit bahkan membantu mengatasi berbagai keluhan penyakit. Tetapi jika di pasaran terdapat berbagai merk propolis dengan komposisi yang beraneka ragam bagaimana memilih propolis yang terbaik bagi kesehatan kita.

Tulisan berikut ini berusaha menjawab pertanyaan diatas dengan harapan dapat membantu konsumen memilih propolis yang terbaik bagi kesehatannya. Tulisan ini disusun berdasarkan level pertanyaan  yang harus diajukan konsumen  terdapat berbagai merk propolis yang ditawarkan.

I. LEVEL PERTANYAAN PERTAMA: BAGAIMANA KEAMANAN DAN  KEHALALAN PRODUK PROPOLIS

Pertanyaan mengenai keamanan dan kehalalan produk ini mejadi proses seleksi produk yang paling mendasar. Level pertanyaan keamanan dan kehalalan produk ini lebih didasarkan pada apakah produsen propolis memiliki data-data penelitian terakreditasi bahwa propolis yang dipasarkannya adalah aman dan halal. Data –data tersebut adalah :
1. Penelitian tidak mengandung senyawa pestisida dan  antibiotik

Propolis yang dipasarkan saat ini sebagian besar diambil dari jenis lebah budidaya (Apis Mellifera). Propolis yang diambil dari lebah jenis ini perpeluang besar tercemar pestisida dan antibiotic. terlebih jika berasal dari Benua  Amerika (amerika utara dan amerika selatan), Eropa, dan Asia termasuk Indonesia. Pestisida yang sering  dipakai oleh peternak lebah untuk membasmi hama1) diantaranya; Apistan®, fluvalinate, amitraz dan flumetrhin, Adapun antibiotic yang sering dipakai untuk mengatasi penyakit2) pada koloni lebah adalah; Terramycin®, Tetracycline, Streptomycin, dan chloramphenicol. Penggunaan pestisida dan antibiotic ini akan mengakibatkan residu bahan berbahaya pada produk-produk lebah termasuk dalam propolis. Oleh karena itu merupakan hak dari konsumen untuk menanyakan apakah produk propolis yang dibelinya telah bebas dari residu senyawa pestisida dan antibiotic tersebut. Dan kewajiban bagi produsen untuk memastikan bahwa propolis yang dipasarkannya telah terbebas dari residu pestisida maupun antibiotic. Berdasarkan pengalaman penulis sewaktu mendaftarakan salah satu produk propolis pihak badan POM hanya meminta menganalisa kandungan satu jenis antibiotic saja.

2. Penelitian tidak mengandung senyawa pencemar

Propolis yang dipasarkan saat ini telah mengalami beberapa tahapan dalam proses produksi  mulai dari pemanenan, pemilihan, pengextrakan, pengemasan hingga proses pengiriman  kepada distributor.  Untuk memastikan bahwa seluruh proses tersebut berjalan dengan aman dan tidak meninggalkan bahan pencemar seperti; logam berat (Hg, Pb, Cu dll), bakteri , kaca atau unsur lain yang membahayakan maka konsumen bisa menanyakan kepada produsen mengenai  propolis yang dibelinya apakah sudah terbebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut.  Saat ini Badan POM telah cukup baik memeriksa propolis yang didaftarkan untuk dipasarkan dari unsur-unsur berbahaya ini, bahkan telah ditambah dengan keharusan bebas dari  unsur  Psikotropika narkotika dan bahan kimia obat.

3. Penelitian tidak mengandung unsur haram

Secara umum propolis dan proses pengolahan propolis tidak bersinggungan dengan unsur-unsur yang diharamkan kecuali ditambahkan oleh produsen saat proses produksi. Tetapi untuk menjamin produk yang akan dibeli adalah halal maka konsumen bisa menanyakan apakah produsen memiliki sertifikat halal atau memiliki hasil uji laboratorium tidak mengandung unsur haram.

II. LEVEL  PERTANYAAN KEDUA :  BERAPA TOTAL FLAVONOIDS  DALAM PRODUK PROPOLIS

Setelah konsumen memastikan bahwa propolis yang ditawarkan oleh produsen adalah aman proses seleksi tahapan kedua untuk menentukan propolis terbaik adalah menanyakan kepada produsen mengenai kadar Flavonoids dari propolis yang dipasarkannya.
Flavanoid  adalah senyawa pigmen warna pada bagian-bagian tumbuhan yang memiliki peran sangat penting untuk system kekebalan tubuh dan pengobatan. Pada propolis senyawa ini dikumpulkan oleh lebah dari bagian-bagian tanaman seperti;  bunga, batang, daun, akar, buah dan lain-lain.
Banyaknya kandungan flavonoid di dalam propolis secara sederhana akan menggambarkan kualitas dari propolis yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Dengan demikian akan menjadi keliru ketika membandingkan tinggi rendahnya kualitas propolis yang ada di pasar hanya pada kandungan extract propolisnya saja.
Penentuan kualitas propolis berdasarkan kandungan propolis atau extract propolis tidak memiliki standar yang disepakati secara internasional. Sebagai contoh dipasaran terdapat propolis cair merk X yang mencantumkan konsentrasi  100% extract propolis. Penyebutan 100% extract ini bukan berarti di dalam kemasan propolis merk X tersebut isinya 100% extract propolis, karena 100% extract propolis pasti berbentuk padatan lengket.  Adapun maksud dari penyebutan 100% extract propolis adalah produsen menyampaikan informasi  bahwa propolis yang dijualnya tersebut hasil dari melarutkan 1 bagian extract propolis ke dalam satu bagian pelarut. Nah dengan metode yang sama terdapat juga produsen yang menyebutkan bahwa propolis yang dijualnya mengandung 50% extract propolis. Angka 50% extract propolis ini menjelaskan bahwa produsen tersebut telah mencampur satu bagian extract propolis ke dalam dua bagian pelarut.
Di pasar juga ditemukan produsen yang menjual propolis dengan kandungan 20% extract propolis atau 15% extract propolis. Yang dimaksud dengan 20% extract ini adalah 20 gram extract propolis dilarutkan ke dalam 100 ml pelarut.  Artinya dalam setiap ml larutan propolis dengan kandungan 20% extract propolis terdapat 200mg extract propolis.
Dengan adanya perbedaan standar penentuan kandungan propolis ini, menyebabkan  propolis yang satu tidak bisa dibandingkan dengan propolis yang lainnya. Disisi lain khasiat propolis ini lebih ditentukan oleh kandungan Flavanoid  di dalam setiap propolis yang dipasarkan.
Adapun kandungan Flavanoid ini biasanya tidak disebutkan oleh produsen secara tertulis di kemasan maupun brosur yang dikeluarkan oleh produsen. Oleh karena itu bagi konsumen yang akan memilih propolis terbaik untuk dikonsumsinya bisa menanyakan langsung ke pedagang propolis atau ke produsen.

III. LEVEL  PERTANYAAN KETIGA: BERAPA KAPASITAS ANTIOKSIDAN PRODUK PROPOLIS

Setelah kita mengetahui kandungan Flavanoid dari propolis yang ditawarkan maka tahap penilaian berikutnya adalah pertanyaan mengenai berapa besar kapasitas anti oksidan dari setiap propolis. Besar kecilnya kapasitas anti oksidan ini menentukan kemampuan propolis dalam proses pengobatan dan penjagaan kesehatan, selain menjadi rujukan untuk penentuan dosis propolis. Semakin besar kapasitas anti oksidant dari propolis ini maka semakin baik dan semakin ekonomis dalam penggunaannya.
Salah satu metode pengujian  aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidra-zil (DPPH) sebagai radikal bebas. Prinsipnya adalah reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan dan dinyatakan dalam satuan µg/g AEAC (Ascorbic acid Equivalent Antioxidant  Capacity)
Nilai dari hasil pengujian kapasitas anti oksidan dari propolis ini bisa menggambarkan keragaman jenis flavanoid yang terdapat dalam propolis yang dipasarkan.

IV. LEVEL PERTANYAAN KEEMPAT: SEBERAPA STABILKAH NILAI KAPASITAS ANTIOKSIDAN YANG ADA

Pertanyaan berikutnya untuk mengetahui kualitas propolis adalah seberapa lama nilai dari kapasitas antioksidan propolis bisa bertahan. Hal tersebut penting untuk kita ketahui karena propolis dengan penggunaannya satuan tetesan bukanlah produk yang harus dihabiskan satu kemasan dalam sekali pemakaian. Tetapi biasanya satu kemasan digunakan dalam suatu jangka waktu tertentu.
Dalam kasus ini biasanya produsen hanya akan menyebutkan massa kadaluarsanya saja. Tetapi konsumen bisa mengetahui dengan menanyakan  pelarut yang digunakan, metode extraksinya seperti apa, dan disimpan dalam kemasan seperti apa.
Metode extraksi tanpa proses pemanasan, penggunaan kemasan yang tidak tembus cahaya adalah salah satu jaminan bagi stabilnya nilai kapasitas anti oksidan dari propolis yang kita konsumsi.
Demikian pemaparan terkait dengan proses pemilihan propolis yang terbaik bagi para pengguna propolis ditengah banyaknya merk, dan jenis propolis yang ada di pasaran semoga bermanfaat.

Catatan Kaki
1)    hama yang menyerang koloni lebah diantaranya; Tungau Varoa, Tungau tropilaelaps clareae, dan ngengat lilin (wax moth)
2)  Penyakit yang menyerang koloni  lebah adalah; Bakteri (antara lain American foulbrood  / AFB dan  European foulbrood / EFB ),  Jamur (antara lain Chalkbrood dan Stone brood), virus (antara lain Sacbrood)

perbandingan kualitas propolis

PROPOLIS DIAMOND adalah PROPOLIS TERBAIK. Dari hasil uji laboratorium terhadap jenis propolis dari daerah yang berbeda menunjukkan bahwa PROPOLIS DIAMOND (berasal dari New Zealand dengan ekstrak 20%) mempunyai kandungan total Flavanoids 2,42 % b/v dan asam fenolat 2,55% b/v. Lebih tinggi dibanding Propolis dari daerah lain.

Tabel perbandingan kualitas propolis
Unsur yang diuji Propolis inggris Propolis Australia Propolis New Zealand Propolis New Zealand
50 % raw 15 % ekstrak 15% ekstrak 20% ekstrak
Total Flavanoids 2,5 % b/v 1,05 % b/v 1,89 % b/v 2,42 % b/v
Total Asam fenolat 1,53 % b/v 0,74 % b/v 2,03 % b/v 2,55 % b/v