Propolis Diamond lite 20 Obat Tuberculosis TBC

Propolis Diamond lite 20 Obat Tuberculosis TBC

Propolis Diamond lite 20 Obat TBC ( Tuberculosis ) diharapkan dapat membantu mengobati penyakit itu , dengan cara membantu mematikan Bakteri TBC ( Tuberculosis ) sehingga bakteri penyebab TBC tidak dapat berkembang biak diparu-paru. Propolis Diamond Lite 20 ini merupakan produk propolis import dari New Zeland atau Selandia Baru oleh PT Maisya Makmur yang disajikan dalam bentuk propolis cair dikemas dalam botol kaca 6ml sehingga sangat praktis untuk dibawa-bawa saat bepergian keluar rumah. Propolis merupakan salah satu obat herbal yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan dipercaya baik bagi kesehatan tubuh, salah satu fungi propolis sebagai obat tuberkulosis ( TBC ), serta infeksi saluran pernapasan atas ( ISPA ).

Penyakit TBC ( Tuberculosis ) merupakan penyakit menular dan banyak diderita oleh orang di Indonesia namun masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit tersebut. Salah satu gejala penyakit TBC ( Tuberculosis ) adalah sering batuk yang tidak kunjung sembuh , ada kemungkinan sudah paru-paru sudah terinfeksi bakteri penyebab TBC ( Tuberculosis ) yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis, kuman yang ditularkan melalui udara dan dari satu orang ke orang lain. Seseorang yang menderita TBC ( Tuberculosis ) biasanya memiliki gejala batuk dan bersin. Oleh karena itu penyakit ini mampu menular melalui butiran ludah yang menyembur ke udara.

Penyakit TBC ( Tuberculosis ) tidak mudah diketahui dari awal, gejala penyakit TBC dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Orang sering mengalami satu atau dua gejala ringan dan tak mengenalinya sedini mungkin. Berikut gejala penyakit TBC secara umum:

  1. Batuk terus-menerus
  2. Batuk darah
  3. Penurunan berat badan
  4. Demam
  5. Lemah dan mudah Lelah
  6. Rasa sakit pada paru-paru
  7. Terdapat Infeksi yang tidak kunjung sembuh
  8. Menggigil di malam hari
  9. Urine kemerahan

Penyakit TBC ( Tuberculosis )  dibagi menjadi 2 macam , yaitu :

  1. TB Laten

Pada kondisi ini,  seseorang memiliki infeksi TB, tapi bakteri dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif serta tak menimbulkan gejala. TB laten juga disebut TB tidak aktif atau TB infeksi yang tak menular. Namun, bisa berubah menjadi aktif sehingga pengobatan penting bagi TB laten untuk membantu mengendalikan penyebaran.

  1. TB aktif

Kondisi membuat kamu sakit dan bisa menularkan ke orang lain. Ini bisa terjadi beberapa minggu pertama setelah terinfeksi bakteri TB atau beberapa tahun kemudian.

Pada umumnya pengobatan penyakit ini harus rutin konsumsi obat farmasi dalam jangka waktu yang lama dan tidak boleh putus obatnya , salah satu alternatif bisa dicoba dengan mengkonsumsi Obat herbal yaitu Propolis Diamond Lite 20 Obat TBC ( Tuberculosis ) alami dari sarang lebah.

berdasarkan informasi yang ada dari riset di luar maupun dalam negeri, propolis memang terbukti ampuh melawan beberapa penyakit berat. Dr dr Eko Budi Koendhori Mkes, dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK UNAIR ), misalnya, membuktikan Propolis itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis bakteri penyebab penyakit Tuberculosis ( TBC ).

Dari 100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi Isoniasid obat antituberculosis  25 mg/kg bobot badan dan propolis menunjukkan peningkatan kadar interferon. Interferon berperan mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri Tuberculosis TBC. Mencit yang hanya diberi Isoniasid mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga ke-12. Sementara kondisi paru mencit yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti pada minggu ke-5.

Propolis berperan meningkatkan kekebalan penderita sehingga kerusakan jaringan dapat ditekan. Obat standar bekerja secara langsung menyerang bakteri TBC. Nah, kombinasi obat dan propolis mematikan bakteri TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri. Propolis sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu Propolis memiliki kemampuan antikanker, tutur Eko.

sumber: trubusonline

Propolis Diamond Obat Stoke

Propolis Diamond Obat Stoke

Propolis Diamond Obat kanker memang perlu dilakukan proses pengujian terlebih dahulu , jadi kalimat yang lebih tepat Propolis Diamond Lite 20 diharapkan dapat membantu mengobati penyakit kanker. berbagia literatur tentang propolis ini diharapkan dapat menjadi acuan bahwa propolis dapat diharapkan bermanfaat untuk membantu mengobati penyakit kanker. Propolis Diamond Lite 20 ini diimport dari New Zeland / Selandia Baru secara khusus oleh PT Maisya Makmur di Jakarta yang diolah oleh tangan-tangan ahli untuk menghasilkan produk propolis diamond yang berupa cairan propolis.

Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,‘ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.

www. trubus-online. co .id

Kanker adalah suatu tumor ganas dimana terjadi suatu pertumbuhan tidak normal dari sel tubuh yang oleh suatu sebab yang tidak diketahui berubah menjadi kanker. Karena ganas dan jahatnya maka oleh hypokrates dilukiskan sebagai seekor kepiting (cancer). Di sini sel kanker tumbuh berkembang biak dengan pesat, sehingga semakin lama daerah-daerah sel-sel ini makin menonjol keluar dan membesar. Hal ini menimbulkan kerusakan-kerusakan pada daerah-daerah sel lain, selain itu sel kanker dapat menyerbu ke jaringan sekitarnya, bahkan dapat juga bepergian mengikuti aliran pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Apabila hal itu terjadi maka sel kanker akan hinggap pada bagian tubuh yang ditujunya dan berkembang biak disitu. Di daerah-daerah yang baru ini sel kanker akan merusak dan menghancurkan pula sel-sel yang  normal.

Saran penggunaan propolis diamond Lite 20 obat kanker

Bagi kanker / Tumor yang sudah luka atau tampak dari luar tubuh, Propolis Diamond Lite 20 dapat dioleskan ditempat dimana tumor/ kanker tersebut tumbuh. Bagi penderita kanker payudara yang sudah luka pengobatan dilakukan dengan mengoleskan propolis diamond lite 20 ke tempat luka apabila luka yang timbul cukup luas buatlah propolis diamond lite 20 sebagai obat kompres caranya sebagai berikut: siapkan kain kasa yang sudah steril, lalu basahi kain kasa tersebut dengan propolis diamond lite 20 secukupnya setelah itu tempelkan pada luka kanker payudara setelah itu ditutup menggunakan koyo.

Anjuran Tambahan

Jika mungkin makan sayuran yang ditanam secara organic, sangat dianjurkan mengkonsumsi kol, selada,  brokoli, petsai, wortel, ubi jalar. Sayuran tersebut sebaiknya dimakan mentah atau dikukus sebentar. Diusahakan untuk mengkonsumsi buah apel segar, cheri, anggur, plum, semua jenis buah berri.

Selain itu disarankan untuk:

  1. Pasien selalu mendekatkan diri pada Allah swt, shalat, berdo’a, dan berobat dengan sabar jangan mengenal putus asa.
  2. Pasien harus percaya diri dan yakin akan pertolongan dari Allah swt.
  3. Pasien harus meyakini bahwa propolis, tumbuh-tumbuhan, dan resep lainnya mengandung khasiat untuk menyembuhkan penyakitnya.
  4. Pasien senantiasa mengkonsumsi Vitamin, A, B, C, dan D.
  5. Pasien senantiasa makan beras merah, dibubur atau dimasak sesuai selera masing-masing
  6. Pasien senantiasa minum 1 – 2 gelas susu kedelai tiap hari
  7. Pasien minum perasan bawang merah dan bawang putih dan deberi sedikit garam kemudian diberi air matang kira-kira 1/3 gelas kemudian disaring lalu diminum
  8. Pasien dianjurkan makan banyak sayur terutama sayur wortel dan ketimun.

Pantangan

Menjauhi rokok, alcohol dan obat-obatan; Makanan kaleng dan olahan lainnya, berbagai penyedap rasa sintetis, Ikan laut, Obat yanh mengandung hormone dan anti biotic, kacang-kacangan, makanan dan minuman yang mengandung gula, cabai dan lada daging binatang darat dan burung, kentang, minum obat pencahar.

Resep Alternatif 1

  1. Makan singkong beracun yang basah atau kering, harus ditimbang pagi 10 gram, siang 10 gram, dan malam 10 gram
  2. Gendon  (ratu rayap) direbus lalu digoreng atau dimasak sesuai selera.
  3. Madu murni + 10 tetes Propolis Dianmond 1 sendok makan pagi, 1 sendok makan siang, 1 sendok makan malam.
  4. Akar ilalang 17 pohon, daun tapak dara 21 lembar, daun benalu mangga 19 lembar, air bersih 12 gelas. Direbus dan diberi garam dan gula jawa secukupnya diminum setengah gelas pagi, siang dan malam sama. Seminggu sekali harus diganti dengan ramuan yang baru.

Resep Alternatif 2 (Bapak S Chander)

  1. Minum juice wortel 2 buah + 1 lembar daun kubis (dicampur) 1 X sehari
  2. Anggur 3 buah + 3 sendok makan minyak zaitun
  3. Makan Uwi (Dioscorea)
  4. Makan bawang putih 1s/d 2 siung sehari
  5. Kacang almond 10 biji diblender dengan air ¾ gelas 1 X sehari
  6. Susu kedelai 1-2 gelas sehari
  7. Sering-sering minum air nenas tua (separuh)
Propolis Diamond New Zeland

Propolis Diamond New Zeland

Propolis Diamond Lite 20 merupakan produk propolis yang berasal dari New Zeland atau Selandia Baru , negeri yang masih baik alam dan polusi udaranya, sebuah Negara di dataran barat daya Samudera Pasifik di sebelah tenggara Australia, Negara ini terdiri dari dua pulau besar (Pulau Utara dan Pulau Selatan) dan beberapa pulau lainnya yang lebih kecil. Karena letaknya yang jauh, Selandia Baru merupakan kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia.

Para wisatawan tidak banyak yang memprioritaskan New Zeland sebagai destinasi wisata luar negeri. Selain karena lokasinya yang cukup jauh dan secara harafiah berada di ujung dunia. Selandia Baru juga kalah pamor apabila dibandingkan dengan destinasi wisata luar negeri, seperti kota-kota di Benua Eropa, Jepang, Korea, Amerika , Australia dll. Belum banyak yang tahu bahwa negara dengan jumlah penduduk hanya empat juta jiwa ini menyimpan keindahan alam luar biasa yang membuat wisatawan langsung jatuh cinta dengan negara yang punya julukan The Land of the Long White Cloud ini.

New Zeland memiliki keindahan alam yang sangat baik dan sejuk, alamnya lebih terjaga serta polusi udaranya tergolong sedikit , memiliki hasil dari alam yang sangat berguna untuk kebutuhan kesehatan manusia, Produk Propolis Dari New Zealand adalah salah satu nya yang saat ini kita kelola dengan merek dagang Propolis diamond lite 20, pada awalnya di New Zeland lebih di kenal produk madu nya , tetapi setelah banyak informasi tentang khasiat / manfaat propolis , maka mulai diprodusi propolis dari new zeland.

Propolis Diamond Lite 20 adalah Produk herbal kesehatan dari New Zealand yang berasal dari lem / resin / liur lebah yang memiliki bahan berstruktur kimia yang paling penting yaitu Bioflavonoid, bioflavonoid sering disebut Super antioksidan yang dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan oleh : polusi udara, tanah, air, bahan pengawet, perasa, pewarna. kandung dalam bioflavonoid Propolis ini biasanya dijadikan parameter kualitas suatu propolis.

Dari hasil penelitian, diantara 8 juta jenis serangga, hanya lebah yang memiliki zat imunitas yang sulit ditembus bakteri. Zat imunitas ini dikumpulkan lebah dari tumbuh-tumbuhan, saripati bunga dan unsur alami lain, setelah diolah oleh tubuh lebah, maka jadilah resin lebah, lilin lebah dan cairan yang kemudian dikenal sebagai propolis. Propolis mengandung 300 elemen aktif termasuk 19 bahan berstruktur kimia. Diantaranya terdapat 16 jenis asam amino, 13 mineral penting yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia.

ada beberapa alasan kenapa memilih Propolis Diamond Lite 20 dari New Zeland ?
1.  Propolis Diamond Lite 20 diimpor secara ekslusif dari New Zeland oleh PT. Maisya Makmur
2.  Propolisnya berasal dari peternakan lebah di New Zeland yang bebas dari polusi
3.  Propolis sebagai antibiotik yang biasa digunakan peternak lebah dalam membasmi penyakit pada koloni lebah, serta terbukti secara laboratorium tidak terdeteksi mangandung alkohol
4. Propolis ini memiliki kandungan bioflavonoid yang tinggi
5. Propolis memiliki Kapasitas antioksidan (Kemampuan untuk menangkal radikal bebas)
6. Propolis Diamond Lite 20 diharapkan dapat membantu mengatasi penyakit-penyakit yang secara medis sukar diobati ( stroke, diabetes dll)
7. Propolis Diamond Lite 20 mudah dibawa , praktis penggunaannya untuk berbagai macam penyakit.

Dari analisa dan riset tentang propolis dan berbagai macam pertimbangan lainnya akhirnya PT . Maisya Makmur memilih produk propolis dari New Zeland atau Selandia Baru sebagai produk unggulan propolis nya dengan merek dagang Propolis Diamond Lite 20 yang memiliki kandungan ekstrak propolis 20% dikemas secara eksklusif untuk menghasilkan produk premium dikelasnya.

Archive

Archive

Khasiat propolis dan penelitiannya

PENELITIAN EFEK KOMBINASI ANTIBIOTIK dan PROPOLIS

( Kivalkina,VP dan Gorshunova,VI , Kazan Institute)

Penelitian ini meneliti tentang aktivitas antimikroba antibiotik dengan adanya propolis, dan efek terhadap perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: media nutrient untuk mengukur kombinasi  aksi propolis dan antibiotika terhadap Staphilococcus Aureus dan E.coli  . Propolis digunakan sebagai 20% ekstrak ethanol. Aktivitas antimikroba antibiotik (penicilin, streptomycin, tetracyclin, ristomycin, neomycin, levomycetin, polymyxin, oleandomycin) dengan adanya propolis diukur dengan metode dilusi serial dalam meat-peptone agar (MPA).

Hasil dari penelitian ini adalah:

1. Propolis meningkatkan aktivitas bakteriostatik (kemampuan membunuh bakteri) antibiotik tetracyclin, neomycin, dan polymixyn sebanyak 10-100 kali lipat terhadap bakteri Staphilococcus aureus, dan meningkatkan aktivitas bakteriostatik antibiotik streptomycin, penicilin, neomycin, plomyxin dan tetracyclin terhadap bakteri E.coli sebanyak 10-100 kali lipat.
2.  Adaptasi bakteri terhadap antibiotika neomycin, levomycetin, dan ristomycin sama dengan adaptasi bakteri terhadap media nutrien mengandung propolis.
3. Propolis meningkatkan aktivitas antimikroba salep antibiotik. Aksi bakteriostatik salep antibiotik mengandung propolis bekerja terhadap  kuman Staph. aureus  dalam 15 menit, dan E.coli dalam 20-30 menit, sedangkan salep antibiotik yang tidak mengandung propolis bekerja dalam 2-12 jam. Aktivitas antimikroba salep antibiotik mengandung propolis tetap bertahan selama 9-12 bulan penyimpanan, sedangkan salep antibiotik tidak mengandung propolis bertahan selama 2-3 bulan penyimpanan.

Pendapat Para Ahli Tentang Propolis

Berikut adalah pendapat para ahli tentang khasiat propolis :
1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkanberbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk  penyakit mulut, tenggorokan.
5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991 ; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.   7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.

 

Referensi lain Tentang Khasiat Propolis

1.PROPOLIS  bersifat antibiotik :

–  Benzoic acid : efek bakteriostatik dan baktericide  (Janes and Bumba 1978)

– Ferulic acid dan Caffeic acid : efek thd bakteri gr + dan gr –    (Cizmarik and Matel 1970 , 1973)

–  Isoferulic acid dan Cinnamic  acid : efek thd Staphylococcus Aureus    (Qiao and Chen, 1991)

–   Pinosylvin : anti Bacillus Subtilus dan Bacillus  Cereus (Mochida , 1985)

–  Cinnamylidene  acetic acid : anti Bacillus Subtilus, Bacillus Cereus  dan Escherichia Coli (mochida, 1985)

–   Chrysine dan Galangin : anti Helicobacter pylori (Itoh, 1994)

–  Propolis memperkuat efek bakteriostatik dari antibiotik Tetrasiklin, Neomycine Polimycine (dr.Tichonov and  Salo)

–   Bahkan strain Staphylococcus yang resisten/kebal thd antibiotik, menjadi sensitif, setelah dikombinasikn dgn propolis (Shub, 1981)

–  Propolis juga memperkuat aktivitas beberapa anti jamur (dr.Kivalina and Gorshonova,1973)

2.PROPOLIS  bersifat anti jamur :

–   Ermanin : anti Mycrosporum Lanosum dan Trycophyton  (Popravko 1971, Metzner 1975, Scheidewind  1975)

–   Pinocembrin : anti candida  albicans (metzner, 1979)

–   Pinosylvin : anti candida albicans, mycobacterium Phlei dan mycobacterium Smegmatis (Mochida 1985, Metzner 1975, Scheidewind 1975)

–  Kaempferide : anti Mycobacterium Phlei (Mochida 1985)

3.PROPOLIS  bersifat anti Virus :

–   Caffeic acid, Quercetin, Iuteolin  (Konig and Dustmann 1985)

–   sopentyl ferulate : anti influenza virus ( Serkedjieva)

–   Isopropyl alcohol : anti virus herpes    (Smuk and Hern 1978)

4.PROPOLIS  bersifat anti septik:

–   Benzoicacid (vanhaelen and vanhaelen  Fastre,1992)

5. PROPOLIS  bersifat  lokal Anastetik:

–   Pinocembrin, pinostrobin, Caffeic acid esters  (Paintz and Metzner, 1979)

– Kekuatannya 3 x efek cocain, 52 x efek novocain (Ghisalberti, 1979)

–   Zalf anestetik propolis telah dipantenkan di eropa untuk penggunaan dalam bidang gigi (Sosnowski, 1984)

6. PROPOLIS  bersifat  Anti hyperlipidemic:

–   Dihydroflavonoids (Choi, 1991)

7.PROPOLIS  bersifat  menguatkan pembuluh darah kapiler :

–   Quercetin (Budavari, 1989)

8.PROPOLIS  bersifat   Anti perdarahan :

–   Flavonoids (Marinescu, 1982)

–   Ferulic acid : efek pembekuan darah   (Cizmarik and Matel 1971, 1978)

9.PROPOLIS  bersifat  anti Inflamasi :

–   Mempunyai efek yang hampir sama dengan yg ditimbulkan obat indometacine

–   Caffeic acid, acacetine (Bankova, 1983)

–   Flavonoids, Bisabolol (Marinescu, 1982)

10.PROPOLIS  bersifat   Tumor cytotoxicity or inhibitor :

–   Caffeic acid phenethyl ester (Grunberger 1988, Inayama    1984) : Ca payudara, ca rahim, melanoma, ca usus besar

–   Quercetin (Matsuno Tetsuya, 1991)

–   Artepillin C (Kimoto Tetsuno, 1995) : Ca gastric, Ca paru, Leukimia

–   Chrysin (Hladon, 1987)

11.PROPOLIS  bersifat   Anti Oksidan

–   Flavonoids  (Vanhaelen and Vanhaelen Fastre, 1992)

–  Kemampuan untuk menetralisir radikal bebas (yg dpt merusak sel dan jaringan tbh), dgn cara melindungi sel dgn mencegah teroksidasinya vit C (Popeskovic, 1980)

12.PROPOLIS  bersifat  Me regenerasi sel epitel  dan  meminimalkan  jaringan parut :

–  Cinnamic acid derifat   (Marinescu, 1982)

13.PROPOLIS  bersifat  Penyembuhan luka :

–  Phenolic acid, Flavonoids (Arvouet and Grand, 1994)

14.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir pembelahan sel dan  Memperkuat biosintesa protein :

–  Arginin (Gabrys, 1986)

15.PROPOLIS  bersifat  Meningkatkan perbaikan kolagen dan elastin :

–   Proline (Gabrys, 1986)

–   Ferulic acid (Cizmarik and Matel 1971, 1978)

16.PROPOLIS  bersifat Penyembuh ulcus Gastroduodenal :

–   Pinocembrin, galangin dan chrysin :  anti Helicobacter pylor (Itoh, 1994)

17.PROPOLIS  bersifat  Membantu pulmonary insuffcency :

–  Eriodictyol (Aviado, 1974)

18.PROPOLIS  bersifat Spasmolytic :

–   Quercetin

–   Kaempferide

–  Pectolinaringenin

(The Hive and the Honey Bee, 1992)

19.PROPOLIS  bersifat Anti diabetic :

–   Pterostilbene (Ghisasberti, 1979)

–    Menstimulir kelenjar pankreas dan  berefek mempertahankan glukosa serum (Kedzia, 1988)

20.PROPOLIS  bersifat Anti alergi :

–   Prenyl caffeate (Hausen 1987, Wollen weber 1987, Greenaway 1988, Hashimoto 1988)

21.PROPOLIS  bersifat Efek sedative :

–  Kedzia, 1988

22.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir  sistim kekebalan tubuh :

–  Menstimulir kelenjar thymus yang mengandung sel limfosit (Manolova 1987, Scheller 1988,Karandashov 1977)

–  Memperkuat kerja macrophage (Moriyasu, 1993)

 

Referensi lain Tentang Khasiat PROPOLIS dalam bidang kesehatan

1. SistemKekebalan tubuh

–   Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Scheller, 1989)

2. Sistem Cardiovaskular

–  Ekstrak propolis dapat menurunkan tekanan darah  (kedzia, 1988)

–   Memperkuat pembuluh darah kapiler (Roger 1988), dengan quercetin (Budavari, 1989) Efek anti hiperlipidemik (Choi, 1991)

–   Perbaikan pada pasien hipertensi, arteriosclerosis, jantung koroner dgn pemberian 300 mg propolis 3 x/hr selama 30 hr ( dr. Fang Zhu, RS Lian Yn Gang, prop. Jiangsu RRC)

3. Sistem Pernafasan

–   Bronchitis (Scheller, 1989)

–   TBC Paru (Karinova and Rodionova)

–   Insufficiency paru (Aviado, 1974)

–   Ca paru (Kimoto Tetsuno 1995)

4. THT

Telinga  :

      Matel 1973 dan Palos 1989

          Radang telinga luar (OE)

– Radang telinga akut (OMA)

– Telinga bernanah (OMP)

Hidung :

   Rhinitis Influenza (Nunex 1938)

– Sinusitis

Tenggorokan :

           Pharingitis (Doroshenko,1975)

– Laringitis (Lin, 1993)

5. Sistem Pencernaan

–   Mulut :

– Ginggivitis dan plaque    (Neuman, 1986)

– Moniliasis (jamur)

– Stomatitis (Ghafar, 1989)

– Halitosis

–   Gastritis, Ca gastric (Kimoto Tetsuno, 1995)

–   Duodenitis

–   Colitis (Stolko, 1978), Ca colon (Grunberger  1988, Inayama 1984)

–   Hepatitis

–  Chirosis hepatis

6. Sistem Endokrin

–   Gangguan kelenjar pankreas : Diabetes melitus (Kedzia 1988, Ghisasberti 1979)

–   Gangguan kelenjar gondok : Goitre

7.  Sistem urogenital

–   Nefritis (infeksi ginjal), Cystitis (infeksi kandung kemih),

–   Prostatitis

8. Sistem Reproduksi

–  Pre Menstrual  Syndrom (PMS) Zawadzki and Scheller 1973 :

–  Vaginitis (tu: Trichomonas dan s.Pyogenes )

–  Cervicitis (tu. S. Pyogenes) Grunberger 1988 and Inayama 1984 :

–  Ca payudara dan tumor rahim

9. Kulit

–  Luka iris, luka tergores (Scheller 1980)

–  Luka bakar derajat 1 dan 2 (Gabrys 1986 àArginin)

–  Luka terinfeksi

–  Dermatitis (alergica)

–  Herpes simplek/zoster (Giurcaneanu,1988)

–  Jamur

–  Acne

–  Melanoma

–  Kosmetik (Klt kusam, keriput, bekas luka)

10. Otot dan Sendi

–  Myalgia

–   Rheumatoid Artritis

11. Sistem Saraf

–  Depresi

–    Stress

–    Gangguan Klimakterik

12. Mata

–    Conjungtivitis

–    Katarak

 

KHASIAT PROPOLIS

KEPALA :

Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress akibat tekanan  kerja, rambut beruban, ketombe, mata merah, infeksi mata, infeksi hidung, sakit kerongkongan dan tenggorokan, infeksi telinga, gusi berdarah, sakit gigi, tumor otak, stroke, gangguan syaraf dan gagap, sinusitis, katarak, telinga bernanah, epilepsi, dan sebagainya.

BADAN:

Kesuburan, keracunan, batu ginjal ,ketergantungan narkoba, dan rokok, kena bisa hewan berbisa, rabies, kencing manis, kencing tidak lancar, Ketegangan bahu, kegemukkan, rematik, pegal linu, lemah, letih dan lesu, asam urat, TBC, sakit paru-paru, asma, sesak nafas, tuberkulosis (batuk kering), batuk berdahak, demam, masalah jantung, hati, buah pinggang, sistem percernaan, masalah hati dan limpa, kolon, perut, ulser, wasir, fibroid, sembelit, Sindrom Pra-haid (PMS), sakit belakang, flu , kekejangan, saraf, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, kanker, sendi, kolesterol, menambah nafsu makan, lupus, dan sebagainya.

KULIT:

keriput, masalah kulit, luka kering/ mengelupas, bintik-bintik, cacar air, kutu air, bisul, jerawat hitam, eksim, panu, kadas, kurap, luka bedah, luka bakar, herpes, dan sebagainya.

 

CIRI-CIRI PROPOLIS DIAMOND BEKERJA EFEKTIF

Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit “gangguan” dan kondisi tersebut dinamakan sebagai ” tanggapan baik”. Atau tindak balas.

Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis. Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan kondisi Tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima tidak akan ditemukan tindak balas apapun.

Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami:

* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bersin, gatal pada hidung menunjukan:Permasalahan pada hidung, polip atau sinusitis
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukan: Permasalahan pada system sirkulasi  darah, darah tingi
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan: Tekanan darah rendah, kurang darah
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukan: Radang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, sering buang air besar, muntah menunjukan:Obesitas, gangguan pada lambung
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak, gatal menunjukan:Alergi
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukan:Gangguan pada mata
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mimpi buruk, gelisah, susah tidurmenunjukan: Gangguan pada system syaraf dan kepala
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukan:Gangguan pada persendian
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat.
menunjukan: Gangguan pada pancreas, diabetes
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitam menunjukan: Tumor, cancer
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukan:Permasalahan pada paru-paru, asma
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukan:Permasalahan Hati, limpa, pankreas
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak kaki, skt pinggang, susah buang air kecil menunjukan:Permasalahan ginjal
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Keletihan, ngantuk menunjukan:Permasalahan pada hati
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, letih, keringat dingin menunjukan:Permasalahan pada perut
* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukan:Permasalahan pada jantung

* Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukan: Permasalahan pada kulit

 

Efek Samping

Tidak ada efek samping, ataupun keracunan bagi tbh manusia maupun hewan meskipun diberikan dlm jumlah besar (Ghisalberti, 1979)

Detoksifikasi/Tindak balas

–   Rasa tidak nyaman yg timbul saat awal penggunaan propolis, bukan merupakan penyakit baru ataupun efek samping

–   Merupakan suatu reaksi/respon tbh yang timbul sbg usaha tbh untuk mengeluarkan racun (toxin, bhn kimia, penyakit) dan sel sel tua yg perlu diganti.

–   Bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses pembersihan/penyembuhan (Healing sympton/ Healing crisis)

 

Gejala detoksifikasi

Gejala Kemungkin gangguan
Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun Hati, limpa, pankreas
Letih, sakit nelan Dada, paru paru
Muntah, gatal klt, sembelit, gas >> pencernaan
Bengkak kaki, skt pinggang, susah bak ginjal
Gatal pd mata Saraf mata
Gatal pd hidung, hidung
demam Darah tinggi
Ngantuk sering bak Darah rendah
Pegal linu, tekanan darah naik, susah bak Pembuluh darah
Jerawat bertambah >> Sirkulasi darah
Berkeringat >> Dalam
Muka dan kaki bengkak Kurang protein
Usage Rules

Usage Rules

Tabel Dosis Aturan pakai /  Usage Rules Propolis Diamond

No Sistem atau Organ yang bermasalah Gejala yang muncul dari terganggunya sistem dan organ tersebut atau Jenis penyakit yang muncul dari gangguan pada organ tubuh manusia Dosis Propolis Diamond untuk dewasa Dosis Propolis Diamond untuk anak-anak dibawah 12 tahun, wanita hamil, manula diatas 60 tahun dan dewasa penderita yang sudah kronis (menahun) seperti asma, jantung dan gagal ginjal
1 Sistem pencernaan – Buang air besar tidak teratur Mulai dengan 5 tetes 3 kali sehari dan terus ditingkatkan secara bertahap sampai maksimum 30 tetes 3 kali sehari      Apabila terjadi serangan penyakit mendadak dan akutMinum propolis diamond 15 tetes tiap jam sampai rasa sakit reda Mulai dengan 2 tetes 3 kali sehari dan terus ditingkatkan secara bertahap sampai maksimum 15 tetes 3 kali sehari      Apabila terjadi serangan penyakit mendadak dan akutMinum propolis diamond 5 tetes tiap jam sampai rasa sakit reda
– Sariawan
– Jerawat
– Sering pusing
– Sulit buang angin
– Alergi/gatal-gatal
2 Hati – Kembung

– Bangun pagi terasa pegal

– Mudah mengantuk
– Mudah lelah
– Mudah terserang flu
– Mudah masuk angin
3 Jantung – nyeri di dada-    sering kesemutan/kram
– tangan dan kaki mudah berkeringat
– kaki mudh bengkak
– sesak nafas
4 Paru-paru – Sesak nafas

– Sering batuk

– batuk
– Sering ada lendir di pagi hari
– Alergi
5 Ginjal – Buang air kecil keruh

– Sering merasa pegal di pinggang atau ada rasa panas dipinggang

– Asam urat
– Tekanan darah tinggi
– Sakit kepala
– Telinga berdengung
     
6 Pancreas – sering merasa haus

– sering merasa lapar

Mulai dengan 5 tetes 3 kali sehari dan terus ditingkatkan secara bertahap sampai maksimum 30 tetes 3 kali sehari     Apabila terjadi serangan penyakit mendadak dan akutMinum propolis diamond  15 tetes tiap jam sampai rasa sakit reda Mulai dengan 2 tetes 3 kali sehari dan terus ditingkatkan secara bertahap sampai maksimum 15 tetes 3 kali sehari      Apabila terjadi serangan penyakit mendadak dan akutMinum propolis diamond 5 tetes tiap jam sampai rasa sakit reda
– sering buang air kecil
– kesemutan
–  terasa panas ditelapak kaki
– cepat letih, lelah dan lesu
–  vitalitas menurun
–  sering mangalami penurunan berat badan secara drastis
– apabila ada luka lama sembuh
7 Gangguan pada tulang – tulang lemah (rematik)
– osteoporosis
– kesemutan
– nyeri sendi
8 Reproduksi – timbul rasa sakit saat menstruasi

– mentruasi tidak teratur

– sering keputihan
– sering pusing
– kulit menjadi kering
– gairah menurun
–  sulit punya keturunan
9 Kanker pada organ tubuh –  Kanker rahim

–  Kanker payudara

– Kanker kelenjar
– Kanker paru
– paru

– Kanker otak

– Kanker tulang
–  dan lain-lain Kanker
10 Gangguan pembuluh darah – darah tinggi

– darah rendah

– stroke
– vertigo
– kolesterol
– wasir
– Aneurisma
11 Gangguan saraf – Autisme

– hiperaktif

– lupa ingatan (amnesia)
– alzeimer
– lemah daya tangkap
– stress
– gila
– ayan
12 Gangguan pada darah – Anemia

– Talasemia

– Leukeumia
– Lupus
– Kegemukan / obesitas
 
13 Serangan virus, dan bakteri pada organ tubuh – Demam berdarah

– Influenza

– Flu burung

– Antrax

Minum Propolis Diamon minimal 15 tetes setiap satu jam sekali hingga sembuh Minum Propolis Diamon minimal 5 tetes setiap satu jam sekali hingga sembuh
– Disentri
– Diare
– Typhus
– Herves
– Cikungunya
– SARS, dll
14 Kerusakan mendadak pada organ tubuh – keracunan makanan, obat-obatan dan pestisida Minum propolis diamond sebanyak minimal 30 tetes untuk pertama kali dan selanjutnya minum sebanyak 15 tetes untuk tiap jam Oleskan Propolis Diamond secukupnya pada luka yang ada minimal 2 kali sehari Minum propolis diamond sebanyak minimal 20 tetes untuk pertama kali dan selanjutnya minum sebanyak 10 tetes untuk tiap jam Oleskan Propolis Diamond secukupnya pada luka yang ada minimal 2 kali sehari
– Terkena racun binatang berbisa
– Terbentur benda keras
– Tertusuk paku
– Tersiram air panas
– Terbakar
– Patah tulang
– Kecelakaan laulintas, dll
15 Gangguan pada mata –  mata plus, minus, silindris

– katarak

Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian jadikan sebagai obat tetes mata minimal 3 kali sehari. Selain itu minum minimal 5 tetes propolis diamond 3 kali sehari Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian jadikan sebagai obat tetes mata minimal 3 kali sehari. Selain itu minum minimal 5 tetes propolis diamond 3 kali sehari
– mata merah (konjunctivitis)
– glaukoma
– rabun senja
– alergi sinar
– mata berair,
dll
16 Gangguan di kulit  kepala – Ketombe

– rambut rontok

Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian jadikan sebagai minyak rambut minimal 3 kali sehari. Selain itu minum minimal 5 tetes propolis diamond 3 kali sehari Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian jadikan sebagai minyak rambut minimal 3 kali sehari. Selain itu minum minimal 5 tetes propolis diamond 3 kali sehari
– rambut beruban
– kebotakan
dll
17 Permasalah-an pada hidung dan telinga – sinusitis

– polip

Minum propolis diamond 10-15 tetes 3 kali sehari saat perut kosong, setelah itu diteteskan di hidung atau telinga 2-3 tetes sehari sekali Minum propolis diamond 5-10 tetes 3 kali sehari saat perut kosong, setelah itu diteteskan di hidung atau telinga 1-2 tetes sehari sekali
– telinga bernanah
– radang telinga luar
– radang telinga dalam
– flu menahun, dll
18 Permasalah pada gigi dan mulut – Sakit gigi

– Karang gigi

teteskan langsung propolis diamond pada bagian yang sakit. Dan jadikan PD sebagai obat kumur dan campurkan PD pada pasta gigi dan gunakan untuk sikat gigi Teteskan langsung propolis diamond pada bagian yang sakit. Dan jadikan PD sebagai obat kumur
–  Gusi berdarah
–  Bau mulut
– Sariawan
     
19 Gangguan pada kulit – Jerawat

– Kutu air

Oleskan Propolis Diamond secukupnya minimal dua kali sehari Atau Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian oleskan pada bagian yang bermasalah minimal 3 kali sehari. Oleskan Propolis Diamond secukupnya minimal dua kali sehari Atau Encerkan  5 tetes propolis dengan 10 ml air, kemudian oleskan pada bagian yang bermasalah minimal 3 kali sehari.
– Bisul
– Flek hitam
– Panu
– Psoriasis
–  Luka
20 Orang sehat Berfungsi sebagai pencegahan (preventif) dan menguatkan stamina tubuh Minum propolis diamond 5-10 tetes dua kali sehari saat perut kosong Minum propolis diamond 2-3 tetes dua kali sehari saat perut kosong
21 Kesehatan ibu menyusui – Melancarkan Asi

– Membersihkan darah

Minum Propolis Diamond minimal 10 tetes 3 kali sehari Sering-sering mandi menggunakan air propolis
– Pemulihan pasca operasi
– Mengencangkan kulit

 

 Petunjuk teknis penggunaan PROPOLIS  untuk luar tubuh

–  Tetes langsung 2 X sehari

– Luka kecil s.d. sedang

– Kutil

– flu, sinusitis (setiap gangguan pada hidung)

– otitis, telinga benanah, jerawat ditelinga

– Katarak, glaukoma, Jamur mata

–  Tetes dengan pengenceran 2 X sehari

– Luka lebar atau sekujur tubuh

– Myopia(+/-), iritasi mata ringan

– Meremajakan kulit

– mengurangi ketombe dan uban

– meredakan pegal dan bengkak

Testimoni

Testimoni

Testimoni Propolis Diamond Terbukti memiliki khasiat multifungsi untuk menjaga   kesehatan  dan mengatasi berbagai keluhan penyakit.  Propolis Diamond berasal dari  selandia  baru dengan  kandungan  ekstrak propolis 20% layak menjadi pilihan utama dan pertama. untuk solusi masalah kesehatan manusia.

Mereka bicara khasiat PROPOLIS DIAMOND :
Ketika hasil lab. menunjukkan asam-uratku 8,9 padahal kata dokter seharusnya sekitar 4,6. Berbagai macam obat saya minum dan tentunya kudukung dengan pola makan. Rasa sakit, nyeri, linu, dan bengkak bisa berkurang bila segera kuminumi obat, tapi bersifat sementara. Rasa sakit kembali menghampiriku selang kurang lebih 4 jam karena pengaruh obat sudah hilang. Minum obat lagi, lagi dan lagi begitu seterusnya aku jadi ketergantungan dengan obat-obat tersebut. Ketika saya diberi tahu bahwa obat-obat tersebut bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan efek pada organ tubuh bagian dalam seperti ginjal, kemudian minum obat-obat tersebut saya hentikan. Lantas bagaimana dengan asam uratku? ALLAH MAHA MENDENGAR DAN MAHA PEMURAH, yang selalu mendengar dan memberi kepada hamba-Nya yang meminta.
Keajaiban pun terjadi. Suatu sore ketika menerima kiriman hadiah sebagai juara II lomba tanaman hias tahun 2009 bulan desember yang lalu, hadiah tersebut berupa buku majalah TRUBUS. Serta merta kubaca majalah tersebut dari awal sampai selesai. Dari membaca majalah tadi kuperoleh wawasan tentang “PROPOLIS PENYEMBUH AJAIB DARI SARANG LEBAH”. Aku tertarik untuk mencobanya, siapa tahu terjadi mukzizat melalui benda tersebut asam-uratku sirna.
Kucari sana-sini, akhirnya kudapatkan cairan tersebut. Namanya “Propolis Diamond Lite 20” Kuminum 3 X sehari. Dengan cara meneteskan 5-6 tetesan kedalam satu gelas air hangat, diaduk dengan benda non logam secara satu arah. Larutan siap diminum. Karena 55% komposisi propolis berasal dari getah, maka setelah minum larutan ini kubilas dengan cara minum lagi 1 gelas air putih hangat.
Setelah minum larutan Propolis Diamond Lite 20 selama 5 minggu berturut-turut, badan saya terasa enteng. Rasa nyeri, linu, kaki bengkak sudah jauh dariku. Hasil Lab terakhir menunjukkan angka 4,2. Berat badanku bisa turun 2,5 kg, BAB lancar, dan sekarang saya merasakan tidak ada lagi keluhan.
Untuk penjagaan stamina tubuh dan usaha pencegahan, saya masih tetap mengkonsumsi Propolis Diamond 2 X sehari, tiap minum 2 tetes  sampai sekarang (SRI HARININGSIH, S.Pd : RT03/01 GAJIAN, PRINGTULIS, NALUMSARI, JEPARA JATENG)

Nama : H. Jon Refdi
Umur : 48 thn
Pekerjaan : Perusahaan Perminyakan di Jambi
Riwayat kesehatan sebelumnya :
Pasca operasi jantung pada bulan April 2008, ada flex di paru dan pada awal 2009 dinyatakan dokter positif hepatitis B
Gejala yang masih dirasakan sebelum mengkonsumsi Propolis Diamond (PD) :
Mudah capek, perut kembung, Punggung dan pundak sampai ke telinga dan muka bagian kiri terasa sakit kadang-kadang diikuti tangan kiri kesemutan dan mata kiri berair, wajah pucat dan sembab, tidak percaya diri sehingga bila bepergian didampingi oleh isteri.
Perkenalan dengan PD ketika dinas ke Bandung melalui saudara dari isteri, tepatnya pada tanggal 01 Juli 2009 mulai menkonsumsi PD langsung 5 tetes pagi hari saat perut kosong, sebelumnya perut agak sakit setelahnya minum PD yang dirasakan perut bertambah sakit rasanya sakit sekali alhamdulillah sakitnya hanya setengah jam. Selama satu minggu mengkonsumsi PD selalu terasa pusing dan hari ke-6 selama 3 hari terasa demam namun suhu badan normal efek balas yang pernah dialami selama menkonsumsi PD : demam, persendian sakit, tenggorokan sakit, suka mengantuk, pusing dll
Delapan hari minum PD sudah memberikan hasil yaitu badan lebih segar dan setelah empat minggu mengkonsumsi PD alhamdulillah saya merasa sudah sembuh dan orang disekitar saya juga mengatakan bahwa saya sudah segar seperti biasa (muka sudah merah gerakan sudah cekatan), hampir semua keluhan diatas sudah hilang, hanya tinggal jejak (perasaan/psikis), saya sudah bepergian bekerja ke area perminyakan seharian alhamdulillah tidak capek, dan tanpa didampingi isteri dimana pasca operasi tidak sanggup saya lakukan.
Pada minggu ke-5 ini saya masih konsumsi PD sebanyak 15 tetes tiga kali sehari dan akan ditingkatkan sampai pada batas maksimal sesuai dengan berat badan yaitu 20 tetes PD 3 kali sehari, sampai sekarang ini telah menghabiskan 4 botol isi 6 ml PD masih dilanjutkan dengan botol ke-5.
Jumlah yang sama juga telah dikonsumsi oleh isteri saya Hj. Ninawati (44 th),
Keluhan isteri saya selama ini adalah : Sejak remaja menstruasinya tidak lancar sering merasa nyeri di bawah pusar kiri, pencernaan tidak lancar, punggung kanan sering sakit dan dari tahun 2002 kadar gula darah tinggi (DM)
kesembuhan yang dirasa setelah minum PD adalah datang bulannya tidak sakit lagi, menstruasinya banyak, rasa nyeri dibagian bawah pusar kiri jauh berkurang.
Tindak balas lain yang dirasakan keringat banyak dan bebau, tenggorokan sakit, bagian punggung kanan sakit, dll.
Demikian pengalaman baik kami dengan Propolis Diamond, kepada pembaca kami ingin mengajak meninggalkan obat-obatan kimia yang mengandung efek samping dan beralih ke obat-obatan yang bersifat alami.

Pak Azis 38 tahun Driver Traktor Divisi VI PT Gunung Madu Plantation
Sekitar bulan Agustus 2007 saat memperbaiki vicon (alat untuk memupuk tebu) Ibu Jari tangan kanan pak Azis tertimpa sasis vicon hingga putus. Setelah kejadian langsung di bawa ke medical center untuk mendapatkan pertolongan. Di Medical center luka pak Azis dibersihkan dan dirapikan oleh Pak Sulis pegawai medical center. Setelah rapi pada luka pak Azis diteteskan Propolis Diamond oleh  Ibu Siti Nihayatussaleha dan langsung pulang. Dirumah pak Aziz minum Propolis Diamond 5 tetes 3 kali sehari. Tiga hari kemudian luka pak Azis sudah kering.
Selain itu kaki kiri mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak enak, apabila meludah selalu disertai dengan darah. Usaha pengobatan yang dilakukan selama ini baik medis maupun non medis belum memberikan hasil yang memuaskan.
Setelah mendengar khasiat Propolis Diamond dari konsumen yang ada di Kab. Karawang JABAR, Putra Pak Admi, Bapak Anta membeli propolis diamond dan diberikan kepada Pak Admi mulai dengan dosis 2 tetes 3 kali sehari kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga 20 tetes 3 kali sehari, untuk kaki yang luka  dan membusuk dicuci menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan Propolis Diamond  2 kali sehari
Setelah proses pengobatan berjalan 3 bulan pak Admi sembuh total dan bisa beraktifitas seperti biasa.
Ibu Daryanti 34 tahun, tenaga harian Divisi IV PT Gunung Madu Plantation.
Sekitar bulan mei 2009 mengalami sakit perut hingga tidak bisa berjalan. Kemudian di bawa ke medical center menggunakan kendaraan, untuk mendapatkan pertolongan.
Sesampainya di medical center langsung di bawa ke UGD dan segera diberikan pertolongan. Setelah diberikan pertolongan dan diperiksa dinyatakan sakit usus buntu dan harus dirujuk ke Tanjung Karang untuk dioperasi dengan biaya sekitar 15 juta rupiah
Sehubungan dengan keterbatasan dana, Ibu Daryanti lebih memilih dirawat di Medical Center, selain itu pelayanan di Medical Center sangat memuaskan.
Selama dirawat diberikan 10 tetes – 20 tetes Propolis Diamond setiap 2 jam oleh Bapak Samadji. Setelah 3 kali minum Propolis Diamond ibu Daryanti bisa duduk dan bisa buang air kecil. Keesokan paginya sudah bisa pulang. Selanjutnya Ibu Daryanti minum Propolis Diamond hingga menghabiskan 3 botol kemasan 6 ml. Setelah habis 3 botol Propolis Diamond, 3 bulan kemudian positif hamil setelah 14 tahun tidak hamil.

Warjo 50 tahun Ponowareng Batang
Mengalami Cirosis hepatis (pengerasan hati) perutnya sudah kembung dan sudah dirawat di rumah sakit selama 2 minggu, karena tidak ada perubahan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit  di Semarang. Karena faktor keuangan keluarga, akhirnya tidak jadi dirawat  ke rumah sakit di Semarang. selanjutnya datang ke klinik Bapak Ahmat Tahyat. Oleh Bapak Ahmat Tahyat disarankan untuk minum Propolis Diamond sebanyak 10 tetes empat kali sehari selain itu diberikan juga obat anti mual. Setelah minum Propolis Diamond Buang Air Besar mengeluarkan kotoran berwarna hitam, Buang Air Kecil berwarna keruh. setiap menghabiskan 1 botol Propolis Diamond kemasan 6 ml terjadi penyusutan perut kurang lebih 3 cm.  dan setealh menghabiskan 4 botol Propolis diamond kemasan 6 ml perut kembali normal tidak kembung dan sudah bisa makan dan minum seperti biasa.

Bapak Rozi 55 tahun Sengon Batang JATENG
Mengalami keluhan sesak nafar, setelah di Rontgen ternyata mengalami pembengkakan jantung (Cardio Megali). Setelah 1 tahun berobat ke dokter tidak  tampak perubahan, nafas tetap sesak dan tidak bisa bekerja. Kemudian disarankan minum Propolis Diamond sebanyak 5 tetes 3 kali sehari. Setelah menghabiskan 1 botol Propolis Diamond kemasan 6 ml dirasakan belum ada perubahan.  setelah menghabiskan botol kedua baru terasa ada perubahan positif nafas tidak sesak dan bisa bekerja dan merasakan keadaan yang lebih baik.

Sahlan 65 tahun Tulis Batang Jateng
Mengalami gangguan Asma selama bertahun-tahun, bahkan untuk duduk pun sudah berat. sudah berobat di rumah sakit paru-paru berkali-kali tetapi tidak tampak perubahan. Kemudian minum Propolis Diamond 3 tetes tiga kali sehari , setelah minum 1 minggu nafasnya terasa lega dengan tarikan nafas lebih panjang. dan setelah minum 2 minggu bisa bekerja kembali sebagai penjaga makam Syeikh Maulana Magribi.

Waryuti 30 tahun Sengon Batang JATENG
Mengalami vertigo dan diopname dirumah sakit selama 1 minggu tetapi belum ada perubahan, kemudian di bawa pulang oleh keluarga dengan masih ada keluhan perasaan berputar-putar saat membuka mata dan muntah-muntah. Kemudian disarankan untuk minum Propolis diamond 5 tetes 3 kali sehari, setelah tiga hari minum mulai bisa duduk, sudah tidak lagi mual dan muntah dan pada hari keempat sudah bisa jalan-jalan.

Wati 22 tahun Ujung Negoro Batang JATENG
Mengalami wajah berjerawat akut selama 1 bulan. disarankan minum Propolis Diamond 3 tetes 3 kali sehari dan saat mau tidur dan bangun tidur wajahnya dikompres dengan air hangat yang sudah dicampur dengan Propolis diamond, setelah habis 1 botol Propolis diamond kemasan 6 ml jerawat diwajahnya menghilang dan wajahnya menjadi lebih putih.
Mengalami kecelakaan saat memperbaiki atap rumah, bola mata tersobek oleh bambu, mata menjadi memerah dan perih. Kemudian saat itu juga diteteskan 1 tetes Propolis Diamond pada mata yang luka dan dirasakan sangat pedih selama kurang lebih 10 menit, setelah itu mata berubah menjadi putih dan lukanya tidak kelihatan, besoknya mata Bapak Pali sembuh.

Tutik 15 tahun Tulis Batang JATENG
Menderita dermatitis kronis di tangan dan badan selama 6 bulan, sudah berobat ke dolter spesialis kulit tetapi belum ada perubahan, kemudian disarankan minum Propolis Diamond 5 tetes 3 kali sehari, dan setiap habis mandi pada bagian yg terdapat dermatitis dikompres dengan air hangat yg telah dicampur dengan Propolis Diamond. Setelah 1 minggu bagian kulit yang terdapat dermatitis mengelupas dan berganti dengan jaringan baru dan sembuh.

Tasya Fahrunnisa 8 Tahun Ciomas, Bogor
Mengalami pembengkakan gusi dan sariawan saat mau tumbuh gigi permanen. Hingga tak bisa makan dan tersa sakit. Lalu diberikan Propolis Diamond dengan cara diteteskan 2 kali sehari.

Diah( Putri Bpk Muslimin ) Bukit Waringin, Bojong Gede Bogor
Ramadhan kemari saat buka puasa memakan makanan yang asam. Pada malam harinya muntah-muntah, kepala pusing dan demam. Lalu dianjurkan minum Propolis Diamond 5 tetes tiap jamdan 10 tetes sebelum makan. Setelah sehari semalam demam turun, muntah berhenti dan kepala tidak pusing lagi.  pada hari ke 3 dosisnya diturunkan sebanyak 3 tetes. Rupanya Diah mengalami keracunan makanan.

M. Daffa Ayyasy 4 Tahun Ciomas Bogor
Akhir November 2008 selama 3 hari berturut-turut setiap malam hari badan terasa panas hingga pagi. Setelah diteteskan Propolis Diamond ke mulut sebanyak 0,5 hingga 1 tetes, pada pagi hari demam turun namun malam harinya demam lagi. Hari ke 1 dan 2 terlewatkan minum Propolis Diamond. Pada hari ke 3 hampir tiap jam diberikan 0,5 tetes. Setelah itu demamnya sembuh, makan pun  kembali normal. Kuncinya terapi dengan Propolis adalah jangan biarkan virus diberi peluang berkembang.

Rahmat Nursyamsyi 36 Tahun Cikarang Barat
Mengalami gejala sakit pinggang dan pinggangnya terasa panas. Di USG ternyata terdapat batu sebesar 7 ml. Lalu dianjurkan minum Propolis Diamond 10 tetes 3 kali sehari. Setelah menghabiskan 1 botol selama 1 minggu tidak terasa tindak balas tetapi pinggangnya terasa lebih baik. Dan akhirnya adalah keluar batu ginjal.

Ladiono Sukaraja, Bogor
Perkenalannya dengan propolis diamond sejak 5 tahun yang lalu banyak meninggalkan kisah menarik, begitu ia bercerita diawal pembicaraannya. Saya telah banyak menyaksikan khasiat luar biasa Propolis. Hingga suatu hari kecelakaan tunggal terjatuh dari sepeda motor ia alami , kaki tertindih motor hingga kaki kanan patah dan dirawat selama 2,5 bulan di Cimande. Pada 7 hari pertama selalu rutin minum propolis diamond 5 tetes 3 kali sehari, Alhamdulillah pada hari ke 7 kaki sudah bisa digerakkan dan ditekuk, padahal dengan kondisi seperti beliau, Pak haji yang mengobatinya mengatakan baru bisa menggerakkan kakinya setelah 3 bulan, ujarnya penuh semangat. Subhanallah..Pada 7 hari pertama itu pula lukanya selalu diolesi Propolis dan cepat kering. Kini Pak Ladiono telah beraktifitas seperti biasa , ia juga menjelaskan bahwa ia pernah mengeluarkan batu ginjal yang diidapnya hanya dengan Propolis Diamond.

Ibu Wahyuni 50 tahun Desa Pecalungan Subah
Keluhan diabetes dan sudah ada luka gangrene  di kaki  dengan jaringan sel kulit yang mati. Luka gangrene tersebut telah diderita selama 6 bulan lebih, sudah berobat tetapi belum ada perubahan, kemudian minum Propolis Diamond 5 tetes 3 kali sehari, dan pada luka gangrene dioleskan Propolis Diamond. Setelah minum dan dioleskan Propolis Diamond, pada bagian yang luka keluar air (keringat) selama 1 minggu. setelah keluar keringat jaringan yang mati mengelupas, tumbuh jaringan baru dan sembuh.

H.E Apandi 58 tahun, Cikarang Barat, Bekasi
Suatu hari mata sebelah kanan tersengat lebah dikantor, saat itu sedang tidak ada obat selain Propolis Diamond , lalu diteteskanlah Propolis Diamond pada bekas sengatan serangga yang bengkak , cukup 1 kali oles ,esoknya sudah sembuh tidak bengkak lagi.

Ibu Tina 40 tahun Landung Sari
Mengeluhkan Haemoroid selama 1 tahun, kemudian minum Propolis Diamond 5 tetes 3 kali sehari, setelah minum 1 botol pertama Propolis Diamond kemasan 6 ml buang air besar sudah tidak berdarah, rasa pedih dan pegal di anus hilang, setelahhabis botol kedua kemasan 6 ml tidak dirasakan lagi keluhan.

Evi 1,5 tahun Tulis Batang
Sejal usia 6 bulan sering mengalami kejang jika demam, disarankan minum Propolis Diamond sebanyak 1 tetes 2 kali sehari. Setelah menghabiskan 1 botol Propolis Diamond kemasan 6 ml, Evi tidak mengalami sakit dan kejang selama 3 bulan, setelah itu mengalami panas dan kejang kembali, kemudian diberikan lagi Propolis Diamond1 tetes 2 kali sehari dan setalh habis satu botol kemasan 6 ml tidak mengalami kejang lagi hingga berita ini dimuat.

Ibu Waryati 45 tahun Batang JATENG
Positif Thypus(Tipes), dirawat di rumah sakit selama 4 hari, setelah empat hari dirasakan tidak banyak perubahan akhirnya dibawa pulang paksa oleh keluarganya. Tetangganya menyarankan untuk diobati dengan Propolis Diamond. Kemudian Ibu waryati bersama keluarganya mendatangi Bapak Ahmat Tahyat di Klinik Sentral Sunat desa beji gang elang no. 2 tlp 0285-4493451. untuk diobati dengan Propolis Diamond.
Oleh Pak Ahmat Tahyat Ibu Waryati disarankan minum Propolis Diamond sebanyak 5 tetes empat kali sehari, dan diminta kembali setelah 3 hari minum Propolis Diamond untuk kontrol. Pada hari ketiga setelah minum Propolis Diamond ibu waryati datang kembali kepada Bapak Ahmat Tahyat dalam kondisi sudah sehat. Pada hari pertama setelah minum Propolis Diamond ibu Waryati mengalami banyak keluar keringat, selanjutnya panasnya turun, mual dan pusingnya hilang.

Diah Rahmawati 23 tahun  Kauman Batang JATENG
Positif demam berdarah dan diopname di Rumah sakit selama tiga hari, dalam tiga hari tersebut panas tetap tinggi, trombosit menurun di bawah 100.000. Pada hari ke-3 sore sejak mulai diopname diberikan Propolis Diamond sebanyak 1/2 botol 6 ml (3 ml) dicampurkan dengan 1,5 liter air minum kemasan.
Campuran tersebut diminum hingga habis  mulai dari sore hari sejak diberikan hingga malam hari. Pada hari keempat panas turun dan normal, hari keempat sore trombosit sudah di atas 100.000, dan hari kelima diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Agung 18 tahun Tulis Batang JATENG
Keluhan panas, batuk dan pilek sudah dirasakan selama 2 minggu dan sudah berobat ke dokter spesialis dalam tetapi belum ada perubahan. Setelah itu disarankan untuk minum Propolis Diamond 5 tetes 4 kali sehari, Setelah minum Propolis Diamond selama 2 hari panas turun, dan batuk reda, pada hari ketiga sudah bisa berangkat sekolah.

Abu syahid Bogor {Peneliti Propolis }
“Manfaat propolis untuk masalah kesehatan tidak saya ragukan. Propolis Diamond saya kenal tahun 2005.  Saya menemukan  Propolis Diamond termasuk salah satu propolis terbaik di dunia. Dengan kapasitas anti-oxidant yang sangat tinggi propolis diamond dapat mengatasi berbagai keluhan penyakit.  Sebagai gambaran 10 tetes propolis diamond yang dicampur dengan 100 ml air memiliki kapasitas anti oxidant setara dengan 20 buah apel merah. Saya gunakan Propolis Diamond untuk menjaga kesehatan keluarga saya dan  kedua orang tua saya.”
Ahmat Tahyat Batang {JATENG} Mantri kesehatan pemilik klinik sentral sunat:
“Banyak pasien saya terbantu dengan pemberian Propolis Diamond, banyak yang sudah dirawat di rumah sakit selama berhari-hari belum menunjukan perubahan, tetapi setelah saya berikan Propolis Diamond terjadi banyak perubahan positif. Alhamdulilah dengan izin Allah swt banyak pasien yang tertolong setelah diberikan Propolis Diamond. Diantara penyakit yang berhasil saya tangani dengan pemberian Propolis Diamond adalah Demam Berdarah, Thypus, Kejang, Jerawat akut, Dermatitis akut, Cirosis hati, Haemoroid, luka kecelakaan, Diabetes, dll.”

H. Mohammad Zein, Batubara SUMUT Praktisi Kesehatan, pengelola klinik ,
“Selama saya mengenal Propolis Diamond sejak tahun 2005, Propolis Diamond banyak membantu saya dalam menangani pasien-pasien. Selain itu saya tidak menemukan dampak yang membahayakan bagi pasien ketika diberikan Propolis Diamond, yang ada hanyalah hasil positif dari penggunaan Propolis Diamond. Pernah suatu saat dengan izin Allah swt. Dan berdasarkan pengalaman saya dalam menangani pasien, saya menangani pasien kanker payudara stadium empat dengan hasil yang sangat memuaskan  hanya dengan 6 botol Propolis Diamond kemasan 6 ml. ”

M Haris Suryana AMD, Kep
Paramedis RS krakatau steel (28 Tahun)
Bogor HP. 081310560045

Putra beliau Muhammad Naufal Fawwaz (2 tahun). mengalami kecelakaan, berupa masuknya kacang atom (sukro) ke dalam batang tenggorokannya, sudah diusahakan untuk diambil menggunakan alat, tetapi tidak berhasil karena sudah terjadi pembengkakan di tenggorokan. kemudian disarankan untuk operasi bedah thorak, tetapi karena dihinggapi rasa khawatir terhadap masa depan putra beliau, kemudian beliau melakukan pengobatan dengan propolis diamond. beliau memberikan kepada putranya propolis sebanyak 5 tetes 3 kali sehari, dan menghirupkan uap propolis hangat kepada puta beliau. dan Alhamdulilah beberapa hari kemudian pembengkakan di tenggorokan putra beliau menghilang dan kacang atom yang terdapat pada tenggorokan putra beliau dapat diambil menggunakan alat tanpa harus dioperasi.
Bapak Kardiman, 50 Tahun Cijantung Jakarta Timur, kakinya terkena plat nomor mobil, disangkanya hanya luka biasa jadi tak begitu dipermasalahkan, semakin hari luka itu semakin melebar seperti infeksi, bahkan hingga 2 bulan luka itu benar2 seperti membusuk, melebar dan menimbulkan bau tak sedap,  untuk antisipasi Pa Kardiman ke Dokter untuk diperiksa gula darahnya, hasilnya negatif, memang ada asam urat dan kolesterol, hal yang tidak pernah Pa Kardiman bayangkan adalah Kakinya BISA DI AMPUTASI, begitu dokter memperkirakan jika tidak segera di obati, betapa semakin bingungnya Pa Kardiman, jangankan bekerja, Sholat saja harus ia lakukan sambil berbaring dan ketika “kumat” sakit dari kaki yang luka itu luar biasa perih dan ngilu, Alhamdulillah Allah segera menunjukkan jalan keluar dan menjawab do’a-do’a dan kesabaran Pa Kardiman, dalam suatu kesempatan ia disarankan oleh Saudaranya untuk melakukan terapi Thibbunnabawy Rukyah, saat khusyu berdo’a, lukanya pecah dan mengeluarkan nanah yang bau, sepulang dari tempat terapi, keponakannya SEORANG SUB GROSIR propolis diamond Bp.Muslimin menarankan untuk terapi dengan Propolis Diamond, atas izin keluarga, beliau lalu minum PROPOLIS DIAMOND 5 tetes 3 kali sehari dan lukanya dioleskan propolis secara merata, Subhanallah Walhamdulillah, Biidznillah Luka Pa Kardiman selama 2 bulan basah dan terus melebar dalam 3 hari kering seperti sediakala, tindak balas yang di alaminya bertambah gatal, lalu mengering dan mengelupas. kini ia telah menikmati kembali kesehatan yang sempat menghilang, ia pun bertekad akan mengembangkan Propolis di korpsnya, KOPASSUS. (Seperti yang diceritakan langsung kepada Bp Ridwan Nugraha HP 08121378623)
Alhamdulillah kondisi fisik dan stamina saya menjadi lebih baik, istrinya saya yang sedang hamil kesehatannya juga terbantu dengan mengkonsumsi PD. Konsumen saya (usia 50 tahun) sudah lama menderita : asam urat,
kolesterol, susah BAB dan BAK alhamdulillah keluhan tersebut berkurang setelah mengkonsumsi 2 botol PD. Konsumen saya yang menderita batu ginjal alhamdulilllah batu ginjalnya keluar setelah  mengkonsumsi 2 botol PD. Juga konsumen saya yang terkena liver akut kesehatannya membaik dengan PD. Alhamdulillah, memang PD layak dijadikan Sahabat Keluarga. Cobalah dan buktikan manfaatnya.

Propolis

Propolis

Propolis is a resinous substance collected by worker honey bees from the growing parts of trees and shrubs (eg., leaf buds, trunk wounds). The bees pack the propolis on their hind legs, and carry it back to their colony, where it is combined with beeswax and used by worker “hive” bees as a sealant and sterilant in the colony nest. The uses take advantage of the antibacterial and antifungal effects of propolis in protecting the colony against disease. Propolis has also been shown to kill Bacillus larvae, the most important bacterial disease of bees (Mlagan and Sulimanovic, 1982).

Propolis is collected by commercial beekeepers, either by scraping the substance from wooden hive parts, or by using specially constructed collection mats. The raw product undergoes secondary processing to remove beeswax and other impurities before being used in a variety of natural health care products (eg., lozenges, tinctures, ointments, toothpaste).

History of Use

Propolis is derived from the Greek works pro (“before”) and polis (“city”), and refers to the observation made by beekeepers in ancient times that bees often built a wall of propolis at the front entrance of their colony (ie, “before the city‘).

Propolis has been used by man since early times, for various purposes, and especially as a medicine because of its antimicrobial properties (Crane, 1997). Ancient Greek texts refer to the substance as a “cure for bruises and suppurating sore”, and in Rome propolis was used by physicians in making poultices. The Hebrew word for propolis is tzori, and the therapeutic properties of tzori are mentioned throughout the Old Testament. Records from 12th century Europe describe medical preparations using propolis for the treatment of mouth and throat infections, and dental caries (Krell, 1996).

One of the non-medicinal uses of propolis is as a varnish, and it has been suggested that the special properties of Stradivarius violins may be partly due to the type of propolis used, although the claim cannot be substantiated.

Production and Consumption

Official records on current world propolis production are not available, although it was estimated that in 1984 approximately 200 tonnes was traded on the world market (Crane, 1990.) Major producers include China, Brazil, USA, Australia and Uruguay.

Japan is a major consumer of propolis. In 1995, the total retail market for propolis products was estimated to be ¥20 million (NZ$282 million) (TRADENZ, 1995). Annual New Zealand consumption is estimated at 9.9 million daily doses.

Composition

At least 180 different compounds have been identified so far in propolis. A list of the major chemicals occurring in propolis is given in the following table (Krell, 1996):

Class of Compound Group of Components Amount
Resins flavonoids, phenolic acids and esters 45-55%
Waxes and Fatty Acids beeswax and plant origin 25-35%
Essential Oils volatiles 10%
Pollen proteins (16 free amino acids >1%),

arginine and proline together 46% of total

5%
Other Organics and Minerals 14 trace minerals, iron and zinc most common;

ketones, lactones, quinones, steroids, benzoic acid, vitamins, sugars

5%

The most important pharmacologically active constituents in propolis are the flavones, flavonols, and flavanones (collectively called flavonoids), and various phenolics and aromatics. Flavonoids play a major role in plant pigmentation.

Flavonoids are thought to account for much of the biological activity in propolis (Grange and Davey, 1990). At least 38 flavonoids have been found in propolis, including galangin, kaempferol, quercetin, pinocembrin, pinostrobin and pinobanksin (Schmidt and Buchmann, 1992). Some of the phenolics include cinnamyl alcohol, cinnamic acid, vanillin, benzyl alcohol, benzoic acid, and caffeic and ferulic acid.

The chemical composition of propolis is highly variable because of the broad range of plants visited by honey bees when collecting the substance. Crane (1990) identifies at least 67 species from which honey bees have been reported to collect propolis material. Important sources include poplars, alders and birches, chestnut, ash, various Prunus and willows. Variations in the beeswax content of raw propolis also affect the chemical composition.

The plant species available in a geographic area determine the kinds and amounts of important compounds present in propolis. A recent study of New Zealand propolis found that the important dihydrofavonoids pinobanksin and pinocembrin made up approximately 70% of the flavonoids in the samples analysed (Markham, et al, 1996). A similar study of Brazilian, Uruguayan and Chinese samples showed dihydroflavonoids to comprise less than 10% in all but one sample, which had 50%.

Studies indicate that the plant resins collected by bees are at least partially altered by bees prior to use in the hive (Cuellar et al, 1990). The presence of sugars also suggest some metabolising by bees (Greenaway et al, 1987).

Human Nutrition

Propolis has little direct nutritive value, apart from the presence of small amounts of proteins, amino acids, minerals and sugars. Vitamins include small amounts of A, B1, B2, B6, C and E (Ghisalberti, 1979).

Dihydroflavonoids, like those found in propolis, have been shown to aid the human body in absorbing Vitamin C (Bors, et al, 1995).

Propolis is used by humans almost solely as a therapeutic. Propolis and a number of its components exhibit a wide variety of biological and pharmacological activities (Schmidt and Buchmann, 1992).

Therapeutic Properties

Antimicrobial Effects

Because of its strong antimicrobial activity, propolis is often known as a “natural antibiotic”. A large number of studies have shown an inhibitory effect on a variety of micro-organisms. The antimicrobial effects are summarised in the following table (Krell, 1996):

 

ORGANISM COMMENT REFERENCE
Bacteria
Bacillus larvae destroyed Mlagan and Sulimanovic, 1982
B. subtilis destroyed Meresta and Meresta, 1985
Helicobacter pylori inhibited Itoh, et al, 1994
MRSA strong inhibition Grange and Davey, 1990
Mycobacterium tuberculosis Tb Karimova, 1975

Grange and Davey, 1990

Staphylococcus sp. inhibited Chernyak, 1973
Staphylococcus aureus synergistic effect Kedzia and Holderna, 1986

 

ORGANISM COMMENT REFERENCE
Streptococcus sp. inhibited Rojas and Cuetara, 1990
Streptomyces inhibited Simuth et al, 1986
S. sobrinus, mutans, cricetus dental caries Ikeno et al, 1991
Saccharomyces cerevisiae brewer’s yeast Petri et al, 1988
Escherichia coli inhibited Simuth et al, 1986
Salmonella potential treatment Okonenko, 1986 and others
Giardia lambia positive effect Olarin et al, 1989 and others
Bacteroides nodosus reduced foot rot Munoz, 1989
Klebsiella pneumoniae positive effect Dimov et al, 1991
Fungi
Candida albicans synergistic effect Holderna and Kedzia, 1987

and others

Aspergillus niger positive effect Petri et al, 1988
Botrytis cinerea in vitro fungicidal La Torre et al, 1990
Ascosphaera apis inhibited Ross, 1990
Viruses
Herpes inhibited in vitro Sosnowski, 1984
Potato virus effective Fahmy and Omar, 1989
Influenza (in mice) reduced mortality Serkedjieva, 1992 and others
Newcastle disease affected virus

reproduction

Maksimova-Todorova et al, 1985

Active components of propolis showing an antibacterial effect include pinocembrin, galangin, caffeic acid and ferulic acid. Antifungal components include pinocembrin, pinobanksin, caffeic acid, benzy ester, sakuranetin and pterostilbene. Anti-viral components include caffeic acid, lutseolin and quercetin (Schmidt and Buchmann, 1992).

Anticancer Effects

Ethanol extracts of propolis have been found to transform human hepatic and uterine carcinoma cells in vitro, and to inhibit their growth (Matsuno, 1992). Substances isolated in propolis which produce this cytotoxic effect are quercetin, caffeic acid, and clerodane diterpendoid. Clerodane diterpendoid shows a selective toxicity to tumour cells.

Propolis was also found to have a cytotoxic and cytostatic effect in vitro against hamster ovary cancer cells and sarcoma-type tumours in mice (Ross, 1990). The substance has also displayed cytotoxicity on cultures of human and animal tumour cells, including breast carcinoma, melanoma, colon, and renal carcinoma cell lines. (Grunberger et al, 1988). The component producing these effects was identified as caffeic acid phenethy ester.

A substance called Artepillin C has been isolated from propolis, and has been shown to have a cytotoxic effect on human gastric carcinoma cells, human lung cancer cells and mouse colon carcinoma cells in vitro (Kimoto, et al, 1995).

Antioxidant Effects

The flavonoids concentrated in propolis are powerful antioxidants, and have been shown to be capable of scavenging free radicals and thereby protecting lipids and other compounds such as Vitamin C from being oxidised or destroyed (Popeskovic, et al, 1980). It is probable that active free radicals, together with other factors, are responsible for cellular ageing and degradation in such conditions as cardiovascular diseases, arthritis, cancer, diabetes, Parkinson disease and Alzheimer disease.

Wound Healing and Tissue Repair Effects

Propolis has been shown to stimulate various enzyme systems, cell metabolism, circulation and collagen formation, as well as improve the healing of burn wounds (Ghisalberti, 1979; Krell, 1996). These effects have been shown to be the result of the presence of arginine in propolis (Gabrys, et al, 1986). Propolis and aloe vera was found to be superior to standard wound treatment products in trials on mice (Sumano-Lopez, et al, 1989).

Anaesthetic Effects

Propolis and some of its components produce anaesthesia, which in some studies has been shown to be 3 times as powerful as cocaine and 52 times that of procaine, when tested in rabbit cornea (Ghisalberti, 1979). The anaesthetic effect has been shown to be produced by pinocembrin, pinostrobin, caffeic acid esters components in propolis (Paintz and Metzner, 1979).

The anaesthetic effect may explain why propolis has been used for centuries in the treatment of sore throats and mouth sores. An anaesthetising ointment for dentistry using propolis has been patented in Europe (Sosnowski, 1984).

Effects on Immune System

Propolis has been shown to stimulate an immune response in mice (Manolova, et al, 1987). More recently, Japanese researchers have shown an extract of propolis to produce a macrophage activation phenomenon related to the immune function in humans (Moriyasu, et al, 1993). Propolis activates immune cells which produce cytokines. The results help to explain the anti-tumour effect produced by propolis.

Propolis has been shown to suppress HIV-1 replication and modulate in vitro immune responses, and, according to the authors, “May constitute a non-toxic natural product with both anti-HIV-1, and immunoregulatory effects” (Harish, et al, 1997).

Cardiovascular Effects

In mice, a concentrated extract of propolis has been shown to reduce blood pressure, produce a sedative effect, and maintain serum glucose (Kedzia et al, 1988). Dihydroflavonoids, as contained in propolis, have been shown to strengthen capillaries (Roger, 1988), and produce antihyperlipidemic activity (Choi, 1991). Propolis has also been shown to protect the liver against alcohol (ethanol) and tetrachloride in rats (Coprean, et al, 1986).

Dental Care Effects

In rats inoculated with S. sobrinus, about half of their fissures were carious, while dental caries were significantly less in rats given water containing propolis extract. No toxic effects of propolis on the growth of rats were observed under experimental conditions in this study (Ikeno, et al, 1991). Propolis has also been shown to be effective as a subsidiary treatment for gingivitis (gum infections) and plaque (Neumann, et al, 1986). A 50% propolis extract was found to antiseptic against pulp gangrene (Gafar, et al, 1986).

Clinical Effects on Humans

A total of 260 steel workers suffering from bronchitis were treated for 24 days by various methods including local and systemic regulation of the immune system and local treatment with an ethanol extract of propolis (EEP) in a physiological salt solution. Best results were obtained with inhalation of the extract, together with propolis tablets (Scheller et al, 1989a). Propolis has also shown positive effects in other otorhinolaryngologic diseases, such as pharyngitis (Doroshenko, 1975), chronic bronchitis (Scheller, et al, 1989a), rhinopharyngolaryngitis (Isakbaev, 1986), pharyngolaryngitis (Lin, et al, 1993), catarrh (Zommer-Urbanska et al, 1987), and rhinitis (Nunex, et al, 1988).

Sixty students were divided into groups to test the effect of propolis on the development of plaque and gingivitis. The results suggest that a propolis preparation can be a useful subsidiary treatment in oral hygiene (Neumann, et al, 1986).

A strong immune deficiency was found in 2 patients with alveolitis fibroticans. Treatment with a combination of the propolis, Esberitox N and calcium-magnesium resulted in good improvements in the state of the immune system and the clinical condition of both patients (Scheller et al, 1989 b).

Clinical applications of propolis (1-10%) in ether or alcohol were effective against 10 superficial fungi and 9 deep-growing fungi. On oral treatment of 160 psoriasis patients with 0.3 g propolis 3 times daily for 3 months, about one-third were cured or greatly improved (Fang Chu, 1978).

Patients (110) infected with ringworm were treated with 50% propolis as a unguent. In 97 patients it was found to produce excellent results (Bolshakova, 1975).

Sixty-four patients with tibial skin ulcers, aged from 23 to 98 years, were treated using propolis tincture in an ointment. The ointment was applied daily to the ulcerated area, which was also treated on the periphery with antibiotic ointments. The treatment lasted for 4-12 weeks. At the end of treatment, 19 of the 64 treated patients exhibited no clinical signs of the condition, 19 an improved condition (Korsun, 1983).

Patients (229) with burns, clean wounds, infected wounds or abscesses/ulcers were treated with a cream containing propolis at two concentrations (2% and 8%). The higher concentration caused local intolerance in 18% of patients by day 9, whereas the lower concentration caused symptoms in only 1.8% of patients by day 16. Burns and wounds treated with the low concentration cream healed in 11 days on average, septic wounds in 17.5 days, 67% of ulcers in 36 days (Morales and Garbarino, 1996).

Patients (126) suffering external otitis, chronic mesotypanic otitis and tympan perforation were treating with propolis solutions (5-10%). A positive therapeutic result was reported in most cases (Matel, et al, 1973). Propolis has also shown positive results in the treatment of acute inflammations of the ear (Palos, et al, 1989).

Patients (90) with cases of vagina and uterus cervix inflammation caused by S. pyogenes were treated with 3% propolis ethanol extract. Over 50% of the cases responded well to this treatment (Zawadzki and Scheller, 1973).

Patients (138) suffering giardiasis were treated with propolis extracts (10-20%). In children, 52% showed a cure at the lower dose. In adults, the cure rate was the same as for tinidazole, an antiprotozoan drug, at the 20% extract, and 60% vrs. 40% for tindazole at a higher concentration (30% propolis extract) (Mirayes, et al, 1988).

The diverse use of propolis in clinical trials shows that its therapeutic efficacy lies mainly in diseases caused by microbial contaminations (Marcucci, 1995).

Adverse Effects

Propolis has been shown not to be toxic to humans or mammals unless very large quantities are administered (Ghisalberti, 1979). Some of its constituent flavones, eg., quercetin, might be mutagenic by the Ames test, but mutagenicityper se for propolis has not been reported (Schmidt and Buchmann, 1992).

Contact dermatitis is a well-documented allergic reaction to propolis (Hausen et al, 1987). Dermatitis can be produced by skin contact with raw propolis, as well as propolis extracts and products containing extracts, and this can cause problems for some beekeepers and other users. Caffeic acid and its derivatives have been identified as the major allergenic agent (Hashimoto, et al, 1988). Dermatitis is relieved once the skin is no longer in contact with the propolis product. It is therefore recommended that with all preparations intended for human use, usage is ceased whenever there is an allergic reaction.

Very few other adverse reactions to propolis have been documented in the literature, and the product is considered generally not to be harmful (Schmidt and Buchmann, 1992).

Commercial Use

Raw propolis is collected by beekeepers and sold in bulk to companies that refine the product and turn it into usable extracts. Most commercial uses of propolis are based on preparations made up from these extracts. Methods include ethanol extraction (EEP), glycol extraction (GEP), aqueous (water) extraction (AEP), oil extraction (OEP), and water-soluble derivatives (WSD). Where solvents are used, reduction or elimination of the solvent is necessary, either by freeze-drying, vacuum distillation, or evaporation. Extraction is used to remove the beeswax which is mixed with the propolis by the bees during use in the hive, as well as other non-active components such as resinous-balsam substances.

Main commercial uses of propolis are as a dietary supplement and therapeutic. Propolis is sold in tablets (singularly, or in combination with other substances such as pollen, royal jelly and non-hive products), and tinctures, and as an ingredient in lozenges, skin creams, shampoos, lipsticks, toothpastes and mouthwashes. Tinctures and lozenges are popular treatment for sore throats, and tinctures are often used to treat cuts, mouth sores and skin rashes. The antioxidant, antimicrobial and antifungal activities of propolis also offer opportunities in food technology. In Japan, the use of propolis is permitted as a preservative in frozen fish (Krell, 1996).

Propolis is a stable product, but should nevertheless be stored in airtight containers in the dark, preferably away from excessive and direct heat. Propolis does not lose much of its antibiotic activity, even when stored for 12 months or longer. Propolis and its extract function as a mild preservative due to their antioxidant and antimicrobial activities and thus may actually prolong the shelf life of some products (Krell, 1996).

Food Safety

Because of its antioxidant and antimicrobial activities, microbial contamination is not considered to be a problem with propolis, either in the raw form, or as extracts.

Concentrations of lead above maximum allowable levels for food products have been found in propolis. Studies have shown that lead levels may be reduced by placement of hives away from areas with heavy air pollution and the use of oil based paints on hive parts (Alcici, 1996). Propolis destined for commercial use should be routinely tested for lead concentration.

Quality Control

No international standards exist for propolis. Official standards exist for propolis in several East European countries. Maximum and minimum limits for certain chemicals are set, but few standardised tests are available to determine the biological activities of various components.

Example of one brand is Propolis Diamond Lite 20

 
Distributor Propolis Diamond

Distributor Propolis Diamond

Distributor propolis Diamond melayani penjualaan grosir Agen dan eceran propolis diamond ke seluruh indonesia dengan harga jual grosir murah agar lebih terjangkau. Harga Negotiabel ( penambahan rating diskon) sesuai penambahan pembelian produk. Produk-produk terdaftar di BPOM RI, dan Lembaga Sertifikasi Produk . Berikut kami informasikan tentang Propolis Diamond yang diharapkan dapat membantu mengobati berbagai penyakit dan menjadi solusi kesehatan keluarga Anda :

Propolis

Propolis merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah : Di alam, lebah mengumpulkan getah dari berbagai jenis tanaman, untuk kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat pada mulut lebah sehingga dihasilkan propolis. Bagi Lebah propolis berfungsi sebagai zat kekebalan sarang dan tubuh lebah dari bakteri, virus, jamur dan pollutan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai negara propolis berfungsi membantu memperbaiki daya tahan tubuh pada manusia.

Daerah Asal

Berdasarkan hasil penelusuran terhadap literatur ilmiah dan uji laboratorium terhadap berbagai jenis propolis, maka PT Maisya Makmur memutuskan bahwa Propolis yang berasal dari selandia baru memiliki kualitas dan kuantitas yang tinggi.
Sementara itu untuk menjamin adanya efek penyembuhan dari propolis yang diambil dari selandia baru ini, maka dipilihlah propolis dalam bentuk cair dengan ekstrak 20 %.
Dan propolis pilihan PT Maisya Makmur tersebut dipasarkan dengan merek dagang Propolis Diamond dengan kandungan ekstrak propolis yang tinggi dalam setiap botolnya. Sehingga layak disebut  Propolis Diamond .

Keamanan dan Kehalalan

Produk kesehatan yang dipasarkan di wilayah hukum Indonesia harus mendapatkan izin dari badan POM sebagai lembaga pengawas makanan dan obat di indonesia. Dan untuk mendapatkan izin tersebut produk propolis diamond harus diuji terlebih dahulu dilaboratorium yang ditunjuk badan POM.
Adapun hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Propolis Diamond aman untuk dikonsumsi.

Disisi lain kehalalan produk Propolis Diamond juga penting untuk disampaikan kepada khalayak pengguna hal ini bertujuan agar pengguna merasa aman dan terhindar dari hal-hal yang diharamkan. Oleh karena itu telah dilakukan uji kandungan bahan haram pada propolis diamond di laboratorium terpadu Institut Pertanian Bogor pada bulan April 2006 yang hasilnya sangat menggembirakan bahwa Propolis Diamond dinyatakan tidak terdeteksi mengandung bahan yang diharamkan.

Bahan-bahan yang terkandung dalam propolis sangatlah kompleks, lebih dari 200 komponen telah teridentifikasi.
Secara garis besar propolis terdiri dari :

  • 50% balsam (fraksi polifenol)
  • 30% getah
  • 10% minyak esensial
  • 5% pollen
  • 5% zat organik & anorganik

Kandungan Polifenol yang tinggi di dalam bee propolis berfungsi sebagai :

  • Anti bakteri
  • Anti virus
  • Anti jamur
  • Anti oksidan
  • Anti peradangan
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Manfaat

Setiap penyakit yang muncul sesungguhnya merupakan akumulasi dari sel-sel yang rusak, saat sel yang rusak ini masih sedikit gejala sakit masih belum terlihat, tetapi apabila sel yang rusak ini bertambah banyak maka akan menyebabkan jaringan dan organ tubuh menjadi rusak dan membuat kita menunjukkan gejala sakit.

Propolis Diamond
diharapkan dapat membantu :

  • Proses peremajaan (regenerasi) sel
  • Mempertahankan dan menjaga stamina tubuh
  • Meningkatkan sistem imunitas

Termasuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit sbb:

  • Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress akibat tekanan kerja
  • Rambut beruban, ketombe, mata merah, infeksi mata, infeksi hidung, sakit kerongkongan dan tenggorokan
  • Infeksi telinga, gusi berdarah, sakit gigi, tumor otak, stroke, gangguan syaraf dan gagap, sinusitis, katarak, telinga bernanah, epilepsi, dan sebagainya.
  • Kesuburan, keracunan, batu ginjal, ketergantungan narkoba dan rokok, kena bisa hewan berbisa, rabies
  • Kencing manis, kencing tidak lancar, Ketegangan bahu, kegemukkan, rematik, pegal linu, lemah, letih dan lesu
  • Asam urat, TBC, sakit paru-paru, asma, sesak nafas, tuberkulosis (batuk kering), batuk berdahak, demam
  • Masalah jantung, hati, sistem percernaan, masalah hati dan limpa, kolon, perut, ulser, wasir, fibroid, sembelit
  • Sindrom Pra-haid (PMS), sakit punggung, flu , kejang, saraf, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, kanker, sendi
  • Kolesterol, menambah nafsu makan, lupus, dan sebagainya.
  • keriput, masalah kulit, luka kering/mengelupas, bintik-bintik, cacar air, kutu air, bisul, jerawat hitam, eksim, panu, kadas, kurap, luka bedah, luka bakar, herpes, dan sebagainya.

Dosis dan Penggunaan

Pengobatan
Dosis minimal yang efektif
15 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari
Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu
Menjaga kesehatan
3 tetes 2 kali sehari

Prinsip Umum dan Cara Pakai

Propolis Diamond adalah Minuman Kesehatan Alami yang bersifat OBAT, di bawah ini adalah aturan umum sebelum minum Propolis Diamond
Untuk diminum :
1. Gunakan air bersuhu kamar/air hangat untuk melarutkan Propolis Diamond
2. Hindari pengunaan Wadah / alat yang terbuat dari logam
3. Teteskan Propolis Diamond sesuai keperluan dan kemudian diaduk secara sempurna
4. Boleh dicampur dengan berbagai jenis minuman/juice
Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan dokter 1 jam sebelum atau setelahnya
Untuk di luar tubuh :
Oleskan Propolis Diamond secukupnya pada bagian yang akan diobati
Untuk diteteskan ke mata :
Encerkan 1 tetes Propolis Diamond dengan 1-2 ml air, kemudian diteteskan di mata

Efek Samping

Dr Leonard Mc Kewan menuliskan bahwa selama 2500 tahun penggunaan propolis oleh berbagai masyarakat dari berbagai kebudayaan tidak tercatat adanya efek negatif yang serius dari propolis. Bahkan dokter-dokter di rusia biasa memberikan 9 gram propolis setiap harinya kepada pasien tanpa mengalami kendala. Adapun efek ringan yang sering dirasakan oleh pasien adalah mulut dan tenggorokan terasa kering setelah mengkonsumsi propolis dan kulit yang terasa hangat setelah dioleskan propolis.

Alergi

Pada sebagian orang mungkin muncul alergi terhadap propolis, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah orang yang alergi terhadap madu.
Untuk mengetahui apakah seseorang alergi terhadap propolis maka dapat dilakukan tes alergi.
Langkah-langkah tes alergi adalah sebagai berikut:
1. Tes alergi pada kulit; dimulai dengan mengoleskan cairan propolis pada bagian kulit sensitif pasien (pada wajah atau lengan bagian bawah) kemudian ditunggu sekitar 30 menit. Apabila pada bagian kulit yang dioleskan terasa gatal dan memerah berarti pasien tersebut alergi terhadap propolis dan disarankan kulit yang diolesi propolis segera dicuci bersih dangan sabun dan dibilas menggunakan air hangat. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Jika tidak terdapat rasa gatal dan merah pada bagian kulit yang dioleskan maka lakukan tes alergi kedua.
2. Tes alergi pada mulut dan kerongkongan: campurkan 2-3 tetes propolis pada sedikit air putih kemudian dikumur-kumur dimulut dan diminum, tunggu selama 15 menit. Apabila mulut dan kerongkongan terasa gatal berarti pasien alergi terhadap propolis disarankan pasien minum air hangat banyak-banyak minimal 500 ml. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Tetapi jika pasien tidak merasakan gatal pada mulut dan kerongkongan berarti pasien tersebut aman dan bisa langsung diobati dengan propolis.

1 box isi 7 botol @6ml
POM TR : 143 676 691

Dipasarkan oleh PT. Maisya Makmur
Jakarta – Indonesia